Realme Mulai PHK Karyawan Usai 'Balikan' dengan Oppo

CNN Indonesia
Jumat, 06 Feb 2026 10:27 WIB
Realme mulai PHK karyawan di India setelah kembali menjadi sub-brand Oppo. Merger ini bertujuan mengurangi biaya dan meningkatkan layanan bagi pengguna.
Realme mulai PHK karyawan di India setelah kembali menjadi sub-brand Oppo. Merger ini bertujuan mengurangi biaya dan meningkatkan layanan bagi pengguna. (Foto: Detikcom/Muhamad Imron Rosyadi)
Jakarta, CNN Indonesia --

Realme dilaporkan mulai melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) di India. Hal ini terjadi tak lama setelah pabrikan ponsel ini kembali menjadi sub-brand di bawah naungan Oppo.

Menurut berbagai laporan, realme tidak lagi membutuhkan banyak karyawan, karena jaringan pemasaran dan layanan akan disediakan oleh Oppo.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Karyawan ritel dan manajer penjualan dilaporkan akan tetap bertugas selama satu atau dua bulan ke depan.

Melansir 9to5google, seorang eksekutif mengatakan kepada outlet bahwa realme meminta mereka untuk mengundurkan diri dengan batas tanggal 30 April.

Tidak jelas bagaimana merger realme dan Oppo secara keseluruhan akan berdampak pada smartphone realme, tetapi hal tersebut tidak terdengar seperti masa depan yang cerah bagi karyawan.

Di sisi lain, pengguna realme kemungkinan akan mendapat manfaat karena Oppo memiliki lebih banyak pusat layanan dan dukungan perangkat lunak mungkin akan lebih baik.

Sebelumnya, realme kembali berada di bawah naungan Oppo usai lepas dari perusahaan tersebut selama lebih dari 7 tahun.

Pengumuman kembalinya realme menjadi sub-brand di Oppo ini disampaikan pada Rabu (7/1).

Melansir Reuters, langkah ini bertujuan untuk menggabungkan sumber daya dan mengurangi biaya bagi kedua perusahaan yang memiliki induk perusahaan yang sama.
Smartphone realme saat ini dijual di sejumlah negara seperti India, Asia Tenggara termasuk Indonesia, dan Eropa. Realme dimiliki oleh raksasa perangkat keras konsumen China, BBK Electronics, yang juga memiliki merek smartphone Oppo dan Vivo.

Dalam sebuah laporan yang dikutip dari GSM Arena, pendiri dan CEO realme, Sky Li, akan tetap memegang tanggung jawabnya dan akan memimpin sub-merek realme di bawah manajemen Oppo dalam penyesuaian organisasi ini.

Laporan ini juga menyebut Oppo berencana untuk memperkuat kolaborasi internal antara Oppo, realme, dan merek anak perusahaan lainnya, OnePlus, sambil juga meningkatkan pengelolaan sumber daya dan strategi ekspansi global Oppo.

Di bawah manajemen baru, Oppo akan berperan sebagai merek utama, sementara OnePlus dan Realme akan beroperasi sebagai sub-merek pelengkap dengan strategi pemasaran masing-masing.

(lom/dmi)


[Gambas:Video CNN]