BMKG Ungkap Kondisi Sesar Opak Pemicu Gempa Bantul

CNN Indonesia
Selasa, 27 Jan 2026 18:54 WIB
BMKG mengungkap aktivitas Sesar Opak yang memicu gempa magnitudo 4,5 di Bantul. Masyarakat diimbau tetap tenang dan waspada terhadap gempa susulan.
BMKG mengungkap aktivitas Sesar Opak yang memicu gempa magnitudo 4,5 di Bantul. Masyarakat diimbau tetap tenang dan waspada terhadap gempa susulan. (Foto: CNN Indonesia/Tunggul)
Yogyakarta, CNN Indonesia --

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menjelaskan kondisi Sesar Opak yang aktivitasnya memicu gempa bumi berkekuatan magnitudo 4,5 di wilayah Bantul, DIY, Selasa (27/1) siang.

Kepala Stasiun Geofisika Sleman Ardhianto Septiadhi menjelaskan seluruh sumber atau pemicu gempa di wilayah Indonesia secara prinsip dimonitor selama 24 jam oleh BMKG, termasuk salah satunya Sesar Opak.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Dan setiap hari itu sebenarnya ada gempa, namun tidak semua dirasakan masyarakat," kata Ardhianto ditemui di kantornya, Gamping, Sleman, DIY, Selasa (27/1).

Sesar Opak adalah patahan aktif yang membentang di tengah Provinsi DIY. Sesar ini bergerak aktif sehingga kerap kali menjadi penyebab terjadinya gempa yang mengguncang DIY.

Aktivitas Sesar Opak pernah menyebabkan gempa bumi merusak pada 27 Mei 2006 yang menewaskan ribuan jiwa.

Ada enam titik di wilayah DIY yang dilewati Sesar Opak ini, antara lain Kalidadap, Goa Cerme, Lenteng Satu, Kedungrejo, Kedung Tolok dan Sungai Kaliurà

Berdasarkan pantauan Stasiun Geofisika Sleman, aktivitas kegempaan termonitor rata-rata tiap pekan bisa mencapai 100 sampai 150 kejadian. Skala magnitudonya rendah, antara 1-2 saja sehingga tak terasa getarannya oleh manusia atau hanya dapat terdeteksi menggunakan alat.

"Tapi kalau gempa-gempa di bawah (skala magnitudo) 3 itu sering terjadi bisa hampir setiap hari terjadi. Bahkan lebih dari 10 sampai 20 kali. Jadi itu hal yang wajar dari sisi tergantung elastisitas batuan yang ada di sumber gempa tersebut," ucapnya.

Menurut Ardhianto, intensitas gempa macam ini adalah suatu fenomena normal, apalagi ada banyak sumber gempa di sepanjang wilayah Indonesia.

"Aktivitas gempa bumi itu memang tergantung karakteristik sumber gempanya. Jadi karakteristik Sesar Opak itu dari pantauan kami dengan bertambahnya teknologi kita bisa memantau sampai magnitudo yang sangat kecil, bahkan satu skala pun bisa kita pantau," jelasnya.

Ardhianto bilang, gempa Bantul hari ini dengan magnitudo mencapai 4,5 adalah akibat rilis akumulasi energi Sesar Opak yang hingga kini masih aktif.

"Tentunya itu dari energinya. Jadi semakin besar energi gempa bumi dengan skala semakin besar itu dia waktu kejadiannya semakin jarang," urainya.

Sejak gempa bumi yang dipicu aktivitas Sesar Opak mengguncang wilayah Bantul pada pukul 13.15 WIB, pihaknya mencatat 14 gempa susulan per pukul 13.45 WIB.

Gempa susulan bertambah menjadi sebanyak 23 per pukul 14.45 WIB. Kisaran skala magnitudo antara 1 sampai 2 saja.

"Artinya, gempa bumi susulan ini juga gempanya meluruh atau magnitudonya lebih kecil," kata Ardhianto.

Oleh karenanya, Ardhianto mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan selalu memonitor informasi dari BMKG.

"Untuk masyarakat tetap tenang, tetap dipahami bahwa gempa sampai saat ini tidak bisa diprediksi, sehingga masyarakat harus paham langkah-langkah apabila terjadi gempa, masyarakat harus siap langkah-langkah yang dilakukan untuk mitigasinya," pesannya.

(kum/dmi)


[Gambas:Video CNN]