Bibit Siklon 97S Aktif, Bali Hingga NTT Siap-siap Hujan Lebat

CNN Indonesia
Kamis, 22 Jan 2026 06:58 WIB
Bibit Siklon Tropis 97S aktif di Samudra Hindia, berpotensi hujan lebat di Bali, NTB, dan NTT. Gelombang tinggi diperkirakan di beberapa perairan.
Ilustrasi. Bibit Siklon Tropis 97S aktif di Samudra Hindia, berpotensi hujan lebat di Bali, NTB, dan NTT. Gelombang tinggi diperkirakan di beberapa perairan. (Foto: SplitShire)
Jakarta, CNN Indonesia --

Bibit Siklon Tropis 97S masih aktif dan persisten dengan pergerakan ke arah barat daya-selatan. Sistem ini berpotensi memberikan dampak tidak langsung hujan intensitas sedang hingga lebat di Bali, Nusa Tenggara Barat (NTB), hingga Nusa Tenggara Timur (NTT).

Bibit Siklon 97S, yang terbentuk pada 16 Januari, masih persisten di Samudra Hindia selatan NTT.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Potensi bibit 97S menjadi siklon tropis dalam 24 -72 jam dalam kategori rendah," kata Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) dalam analisisnya per 21 Januari.

BMKG menyebut kecepatan angin maksimum yang terpantau saat ini 15 knot (28 km/jam) dengan tekanan udara minimum 1005 hPa.

Pengamatan citra satelit dalam 12 jam terakhir menunjukkan adanya aktivitas konvektif yang fluktuatif di sekitar pusat sirkulasi terutama di kuadran barat hingga barat laut dengan jarak yang cukup jauh dari pusat sirkulasi.

Hal tersebut dikarenakan sistem ini berada di wilayah dengan vertical shear yang sedang hingga kuat mencapai 30 knot. Berdasarkan analisis angin per lapisan, belum terpantau sirkulasi di lapisan permukaan hanya berupa belokan angin.

Pada lapisan 850 hPa sirkulasi lemah dan memanjang, sedangkan pada lapisan 700 hingga 500 hPa sirkulasi nampak terbuka dan memanjang ke arah timur. Pada lapisan 200 hPa, kecepatan angin masih cenderung kuat.

BMKG menyebut Bibit Siklon Tropis 97S didukung oleh aktifnya gelombang Low Frequency di sekitar sistem, suhu muka air laut di sekitarnya yang hangat sekitar 29-31 derajat Celcius, vortisitas sedang-kuat pada lapisan permukaan hingga menengah (500 hPa), serta kelembapan udara yang basah.

Namun demikian, sistem masih berada pada lingkungan dengan vertical wind shear sedang hingga kuat dengan konvergensi lapisan bawah dan divergensi lapisan atas yang masih lemah, serta adanya intrusi massa udara kering pada lapisan menengah hingga atas di Timur Laut hingga Barat Daya sistem membuat sistem ini kehilangan kemampuan untuk membentuk awan konvektif di sekitar pusat sirkulasinya.

"Berdasarkan prediksi BMKG, dalam 24 jam ke depan intensitas sistem ini diprakirakan akan cenderung persisten baik pola sirkulasi maupun kecepatan angin maksimumnya dengan arah gerak perlahan ke barat barat daya," kata BMKG.

"Sedangkan dalam 48-72 jam ke depan sistem ini diprediksi mengalami sedikit peningkatan dari pola sirkulasi yang mulai terlihat di lapisan permukaan dan di lapisan atasnya sirkulasi makin tertutup," tambahnya.

Meski memiliki potensi rendah untuk menjadi siklon tropis, 97S memberikan dampak tidak langsung kepada sejumlah wilayah, di antaranya hujan intensitas sedang hingga lebat di Bali, NTB, hingga NTB. Bibit siklon ini juga berpotensi memicu angin kencang di NTT dan gelombang tinggi di sejumlah wilayah.

Berikut daftar wilayah berpotensi mengalami gelombang tinggi imbas Bibit Siklon 97S:

1,25-2,5 meter
- Laut Banda
- Laut Flores
- Perairan Kep. Kei hingga Kep. Aru
- Perairan Kep. Babar
- Kep. Tanimbar

2,5-4 meter
- Perairan Kupang
- Laut Sawu
- Samudra Hindia selatan Nusa Tenggara Timur
- Laut Arafuru bagian barat

Di sisi lain, Siklon Tropis Nokaen yang sebelumnya berada di sekitar Laut Filipina sebelah timur laut Manila dilaporkan mengalami penurunan intensitas dan menjadi Tropical Depression. Meski demikian, eks siklon Nokaen masih memberikan dampak berupa gelombang tinggi 1,25-2,5 meter di Samudra Pasifik utara Maluku.

(lom/dmi)


[Gambas:Video CNN]