Cuaca Ekstrem Hantui Pulau Jawa-Sumatra Sepekan ke Depan

CNN Indonesia
Selasa, 20 Jan 2026 15:00 WIB
Dalam sepekan ke depan, BMKG memperkirakan sejumlah dinamika atmosfer, mulai dari skala global hingga lokal masih berdampak signifikan terhadap kondisi cuaca.
Ilustrasi: Cuaca ekstrem di Pulau Jawa dan Sumatra. ANTARA FOTO/Muhammad Bagus Khoirunas
Jakarta, CNN Indonesia --

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperkirakan peningkatan cuaca ekstrem di wilayah selatan Indonesia, khususnya Pulau Jawa dan Sumatra bagian selatan.

"Dalam sepekan ke depan, terdapat potensi peningkatan seruakan dingin dari Benua Asia. Hal tersebut diindikasikan dengan perbedaan tekanan udara dari Gushi yang tinggi, disertai peningkatan kecepatan angin yang tinggi di Laut Cina Selatan yang memperkuat masuknya monsun Asia menjadi lebih cepat dan mudah melewati ekuator (nilai CENS yang signifikan), melalui Selat Karimata," kata BMKG dalam Prospek Cuaca Mingguan Periode 20-26 Januari 2026.

"Hal ini memberikan dampak pada peningkatan kejadian cuaca ekstrem di beberapa wilayah di Selatan Indonesia, khususnya Sumatra Bagian Selatan dan Pulau Jawa," tambahnya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dalam sepekan ke depan, BMKG memperkirakan sejumlah dinamika atmosfer, mulai dari skala global hingga lokal masih berdampak signifikan terhadap kondisi cuaca di Tanah Air.

Pada skala global, El Niño-Southern Oscillation (ENSO) terpantau menguat pada fase negatif yang mengindikasikan La Niña lemah, dengan nilai Southern Oscillation Index (SOI) yang cenderung positif.

Kondisi ini disebut berpotensi meningkatkan pasokan uap air yang mendukung pembentukan awan hujan di sebagian wilayah Indonesia.

Sementara itu, aktivitas Madden-Julian Oscillation (MJO) secara spasial diprakirakan aktif melintasi NTB, NTT, Laut Flores, Laut Timor, dan Samudera Hindia selatan NTT. Kondisi ini berpotensi meningkatkan pertumbuhan awan hujan di wilayah-wilayah tersebut.

Selain itu, gelombang ekuator juga terpantau aktif dan dapat memperkuat proses konvektif di sejumlah wilayah.

Kombinasi MJO, Gelombang Kelvin, dan Gelombang Rossby Ekuator teramati aktif di Samudra Hindia sebelah barat Sumatra, pesisir barat Bengkulu hingga pesisir barat Lampung, dan perairan selatan NTB hingga selatan NTT, sehingga berkontribusi pada peningkatan aktivitas konvektif dan potensi hujan di kawasan tersebut.

Kemudian, Siklon Tropis Nokaen yang berada di Laut Filipina sebelah utara Maluku Utara diperkirakan menguat dengan kecepatan angin maksimum 35 knot dan tekanan udara 1000 hPa dengan arah gerak ke Timur Laut. Aktivitas sistem siklon ini berpengaruh terhadap pembentukan pola angin terutama di wilayah utara Indonesia bagian Timur.

Selain itu, terdapat juga Bibit Siklon Tropis 97S yang pergerakannya diprakirakan persisten, dengan kecepatan angin maks 20 knot dan tekanan udara 1000 hPa. Sistem siklon ini disebut mempengaruhi pola angin termasuk daerah konfluensi dan konvergensi, memanjang dari Pulau Timor, Laut Timor, Laut Arafuru, dan sekitar Bibit Siklon Tropis 97S tersebut.

"Kondisi tersebut mampu meningkatkan potensi pertumbuhan awan hujan di sekitar sirkulasi siklonik dan di sepanjang daerah konvergensi/konfluensi tersebut," tulis BMKG.

Sejumlah wilayah diperkirakan akan mengalami hujan dengan intensitas lebat hingga sangat lebat sampai 22 Januari mendatang. Nusa Tenggara Timur bahkan berpotensi diguyur hujan dengan intensitas sangat lebat hingga ekstrem.

Berikut daftar wilayah berpotensi diguyur hujan lebat dan angin kencang pada periode 20-22 Januari:

Hujan lebat-sangat lebat
- Bengkulu
- Lampung
- Banten
- DKI Jakarta
- Jawa Barat
- Jawa Tengah
- Daerah Istimewa Yogyakarta
- Bali
- Nusa Tenggara Barat
- Sulawesi Selatan

Hujan sangat lebat-ekstrem
- Nusa Tenggara Timur

Angin kencang
- Bengkulu
- Sumatera Selatan
- Lampung
- Kalimantan Selatan
- Sulawesi Selatan
- Sulawesi Tenggara
- Jawa Barat
- Jawa Tengah
- Jawa Timur
- Nusa Tenggara Barat
- Nusa Tenggara Timur
- Maluku
- Papua Tengah
- Papua Selatan

Pada periode 23-26 Januari, cuaca di Indonesia umumnya didominasi oleh kondisi hujan ringan hingga hujan lebat.

(mik/lom/mik)


[Gambas:Video CNN]