Bibit 91W Berpotensi Jadi Siklon Tropis, Hati-hati Dampaknya
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyebut Bibit Siklon Tropis 91W yang berada di dekat Papua Barat Daya berpeluang tinggi untuk menjadi siklon tropis.
Sistem tekanan rendah ini bergerak menjauhi wilayah Indonesia, tetapi potensi dampak tidak langsung, mulai dari angin kencang hingga gelombang tinggi tetap membayangi sejumlah wilayah Tanah Air.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Bibit Siklon Tropis 91W memiliki peluang tinggi untuk berkembang menjadi siklon tropis dan diperkirakan bergerak ke arah barat laut, menjauhi wilayah Indonesia dalam 24 jam ke depan," tulis BMKG di Instagram, Rabu (14/1).
BMKG menyebut Bibit Siklon Tropis 91W mulai terbentuk pada Senin (12/1) pukul 01.00 WIB.
Dalam pembaruan pada Rabu (14/1) pukul 07.00 WIB, bibit siklon ini memiliki pusat sirkulasinya di sekitar 4.0 derajat LU - 135.2 derajat BT di Samudra Pasifik utara Papua Barat Daya.
Bibit Siklon Tropis 91W memiliki kekuatan angin maksimum 30 knot (56 km/jam) dengan tekanan udara minimum 1004 hPa.
Sejumlah wilayah diperkirakan dapat mengalami dampak tidak langsung dari 91W, di antaranya angin kencang di Kepulauan Sangihe hingga Talaud.
Berikut daftar wilayah berpotensi terdampak gelombang tinggi dari aktivitas 91W:
1,25-2,5 meter
- Laut Sulawesi bagian timur
- Perairan Bitung
- Perairan Sangihe
- Laut Maluku.
2,5-4 meter
- Perairan Kep. Talaud
- Laut Maluku bagian utara
- Perairan Manokwari Bagian utara
- Perairan Raja Ampat bagian utara
- Perairan Serui
- Samudra Pasifik utara Maluku hingga utara Papua Barat.
"Masyarakat, khususnya di wilayah Maluku Utara dan Papua, diimbau tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem dan kondisi perairan berbahaya," kata BMKG.
(lom/dmi)[Gambas:Video CNN]

