Ilmuwan Gunakan Bayangan Bumi Buat Cari UFO

CNN Indonesia
Sabtu, 30 Agu 2025 08:30 WIB
Ahli memanfaatkan bayangan Bumi untuk mendeteksi keberadaan wahana antariksa milik makhluk luar angkasa atau yang kerap disebut sebagai UFO.
Ilustrasi. Ahli memanfaatkan bayangan Bumi untuk mendeteksi keberadaan wahana antariksa milik makhluk luar angkasa atau yang kerap disebut sebagai UFO. (Foto: Istockphoto/Gremlin)
Jakarta, CNN Indonesia --

Astronom telah berupaya mencari jejak alien selama beberapa dekade. Kini, mereka memanfaatkan bayangan Bumi untuk mendeteksi keberadaan wahana antariksa milik makhluk luar angkasa atau yang kerap disebut sebagai objek terbang tidak teridentifikasi (UFO).

Selama beberapa dekade, para astronom telah mencari tanda-tanda makhluk luar angkasa atau alien dengan menggunakan teleskop radio dan instrumen optik dengan memindai langit untuk mencari sinyal-sinyal buatan. Kini, para peneliti melakukan pendekatan yang berbeda untuk mencari artefak alien yang mungkin sudah ada di Tata Surya.

Melansir Science Alert, Senin (25/8), sebuah studi baru yang diterbitkan di Monthly Notices of the Royal Astronomical Society menjelaskan metode inovatif untuk mendeteksi potensi wahana luar angkasa di dekat Bumi. Pendekatan yang mereka lakukan adalah menggunakan bayangan Bumi sebagai filter alami untuk menghilangkan gangguan dari satelit buatan manusia dan puing-puing antariksa.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Wilayah langit di sekitar Bumi saat ini dipenuhi oleh ribuan satelit dan jutaan puing-puing yang memantulkan cahaya, sehingga sangat sulit untuk menemukan sesuatu yang tidak biasa.

'Kontaminasi' ini menjadi tantangan besar bagi siapa pun yang mencoba mengidentifikasi objek bukan manusia di luar angkasa. Alhasil, peneliti utama Beatriz Villarroel dari Universitas Stockholm dan tim internasionalnya memanfaatkan metode ini cara untuk menyaring gangguan tersebut.

Setiap malam, Bumi membentuk bayangan berbentuk kerucut ke angkasa di mana sinar matahari langsung tidak dapat memantul dari satelit atau puing-puing.

Hal ini menciptakan zona pencarian 'bersih' yang ideal. Basis bayangan membentang sekitar 8-9 derajat untuk objek di orbit geosinkron, sekitar 35.700 kilometer di atas Bumi.

Satelit manusia biasanya tidak membawa sumber cahaya optik, dengan pengecualian yang jarang terjadi seperti laser komunikasi atau pendorong pesawat ruang angkasa. Jadi, kilatan atau garis terang yang terdeteksi dalam bayangan Bumi berpotensi mengindikasikan sesuatu yang lebih eksotis.

Para peneliti menganalisis gambar dari Zwicky Transient Facility (ZTF), sebuah teleskop di California, Amerika Serikat (AS) yang secara sistematis mensurvei langit untuk mencari objek-objek yang berubah. Mereka meneliti lebih dari 200.000 foto, secara khusus berfokus pada foto-foto yang dipotret di dalam bayangan Bumi.

Sistem pencarian otomatis yang disebut NEOrion mendeteksi ribuan kandidat, termasuk objek-objek melesat misterius dan kilatan sumber cahaya. Sebagian besar ternyata adalah meteor, pesawat terbang, atau asteroid yang dikenal.

Namun, ada satu kasus yang menarik, yaitu sebuah objek yang tidak dikatalogkan yang bergerak jauh lebih cepat daripada asteroid pada umumnya dan tidak ditemukan dalam database objek ruang angkasa yang ada. Sayangnya, tim tidak dapat mengkonfirmasi objek tersebut, sehingga masih menjadi misteri.

Penelitian ini juga mengeksplorasi pendekatan inovatif lainnya, termasuk memeriksa foto-foto astronomi sebelum tahun 1957 dan menganalisis spektrum warna objek yang mencurigakan untuk mengidentifikasi material yang telah lapuk akibat terpapar di luar angkasa dalam waktu yang lama.

Meski studi proof of concept ini tidak secara definitif mengidentifikasi teknologi alien, ini menunjukkan bahwa pencarian sistematis untuk artefak luar angkasa sekarang dapat dilakukan dengan menggunakan teleskop yang ada dan teknik analisis baru.

Para peneliti sedang mengembangkan proyek ExoProbe, sebuah jaringan teleskop yang dirancang khusus untuk jenis pencarian seperti ini. Proyek ini akan menggunakan beberapa pengamatan simultan untuk menentukan jarak yang tepat ke objek misterius.

(lom/dmi)


[Gambas:Video CNN]
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
TERPOPULER