Menurut Putu, langkah menutup kegiatan produksi Datsun mulai Januari 2020 bukan hal yang aneh.
"Jadi kalau di otomotif itu persaingan sangat ketat. Sehingga sekarang bagaimana cara mereka menjual. Lalu tahun ini kita mempunyai beberapa kegiatan nasional seperti pemilu dan memang pasar kendaraan turun," kata Putu di Jakarta, Selasa (26/11).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Makanya kenapa pemerintah minta ekspor-ekspor itu, jadi biar pasar nasional turun, ekspor naik 28 persen. Jadi sebetulnya daya saing produk kendaraan kita itu cukup kompetitif," ucap Putu.
Kendati begitu, Ia menilai keputusan Nissan bukan sesuatu yang butuk. Hal tersebut merupakan hal wajar dalam ketatnya persaingan industri otomotif nasional.
Sebagai informasi Datsun Indonesia menjadi brand yang fokus pada pasar mobil harga terjangkau ramah lingkungan (Low Cost Green Car/LCGC) sejak 2014 melalui Go dan Go+. Tahun lalu Datsun mulai keluar dari pakem LCGC pasca meluncurkan Cross.
Sejak 2014 Datsun sempat berjaya dengan dua produknya itu. Bahkan pada 2015 Datsun menjadi merek terlaris ke-enam di Indonesia dengan penjualan nyaris 30 ribu unit hanya dengan meniagakan Go dan Go+.
Berikut rekap penjualan Datsun 2014-2019:
Januari-Oktober 2019: 5.921 unit
Januari-Oktober 2018: 10.433 unit
Januari-Oktober 2017: 10.484 unit
Januari-Oktober 2016: 25.483 unit
Januari-Oktober 2015: 29.358 unit
Mei-Desember 2014: 20.520 unit (ryh/mik)