"Jadi intinya karena skala ekonomi tidak terpenuhi," kata Harjanto dihubungi melalui pesan singkat, Senin (25/11).
Menurut Harjanto, Nissan Motor Indonesia (NMI), pemegang merek Datsun di Tanah Air, sudah melaporkan rencana tersebut ke Kemenperin. Namun ia tidak menyebutkan kapan Nissan melaporkan perubahan skema bisnis itu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lihat juga:Datsun Pikul Beban Nissan |
Saat ini mesin bensin Livina dan Xpander diperoleh secara impor dari Jepang.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Harjanto belum dapat menjabarkan nasib Datsun ke depan usai produksinya di Indonesia berakhir. Tanpa produksi lokal dan kemungkinan impor unit bukan solusi, keberlangsungan merek Datsun di dalam negeri dipertanyakan.
"Jadi itu strategi bisnis mereka, lebih jelasnya bisa tanyakan ke mereka pihak Nissan," ucap Harjanto.
Pihak Nissan Indonesia yang dihubungi soal hal tersebut belum memberi jawaban hingga sekarang.
Nissan sebelumnya sudah mengonfirmasi menutup salah satu pabriknya di Indonesia sejak Februari 2019. Ini sebagai salah satu upaya perusahaan melakukan efisiensi.
Satu pabrik diketahui tidak lagi memproduksi Nissan Livina sejak Februari 2019 karena generasi terbarunya sekarang diproduksi Mitsubishi Indonesia.
Di Indonesia Datsun punya tiga model produksi lokal yaitu Go, Go+, dan Cross. Khusus Go dan Go+ masuk ke dalam mobil harga terjangkau ramah lingkungan (Low Cost Green Car/LCGC), yang merupakan program pemerintah. (ryh/fea)