Kolaborasi Grab dan UGM Sokong Industri 4.0

Grab, CNN Indonesia | Sabtu, 09/11/2019 21:46 WIB
Kolaborasi Grab dan UGM Sokong Industri 4.0 Ilustrasi. (Foto: Dok. Grab)
Jakarta, CNN Indonesia -- Grab dan Universitas Gadjah Mada (UGM) menandatangani nota kesepahaman (MoU) dalam bidang pendidikan, penelitian dan perwujudan kampus ramah lingkungan yang akan mendukung Industri 4.0 Indonesia.

Neneng Goenadi, Managing Director Grab Indonesia, menuturkan sebanyak 16 persen generasi muda di Asia Tenggara ingin bekerja di sektor teknologi masa depan. Melalui kerja sama tersebut, paparnya, diharapkan dapat mendukung salah satu tujuan Grab for Good untuk membangun angkatan kerja yang siap menyambut masa depan.

"Bersama dengan institusi pendidikan terkemuka seperti UGM, lembaga nirlaba dan perusahaan teknologi terdepan kami ingin melatih 20.000 siswa melalui inisiatif pengembangan talenta teknologi di seluruh Asia Tenggara," kata Neneng dalam keterangannya, Sabtu (9/11).



Kemitraan itu, demikian Grab, sejalan dengan program 'Grab for Good' yang bertujuan untuk  meningkatkan keterampilan dan menyediakan kesempatan kepada lebih banyak masyarakat Indonesia dalam menyambut masa depan ekonomi digital. Kemitraan itu akan berlangsung hingga 2 tahun mendatang.

Manfaat Positif

Wakil Rektor Bidang Sumber Daya Manusia dan Aset UGM Profesor Bambang Agus Kironoto menuturkan pihaknya meyakini kerja sama itu akan memberikan manfaat positif dalam upaya melaksanakan Tri Dharma Perguruan Tinggi.

"Sementara itu, hasil dari kerja sama ini diharapkan bisa memberikan dampak positif pada mahasiswa dan civitas akademika UGM pada umumnya," kata Bambang.


Kerja sama itu akan meliputi tiga tahapan yakni membangun infrastruktur pengaturan kegiatan operasional dan peningkatan fasilitas pelayanan; mendukung pendidikan macam sponsor dan beasiswa transportasi mahasiswa; serta menyelaraskan antara pendidikan dan kebutuhan industri 4.0.

"Grab terus berkomitmen untuk membawa dampak positif dari teknologi untuk Indonesia dengan meningkatkan kapasitas SDM Indonesia di bidang teknologi untuk membangun angkatan kerja yang siap," tegas Neneng. (asa)