Tukang Sandal Keliling Kaget Terdata Punya 3 Mobil Mewah

CNN Indonesia | Jumat, 08/11/2019 18:50 WIB
Tukang Sandal Keliling Kaget Terdata Punya 3 Mobil Mewah Ilustrasi mobil mewah. (CNN Indonesia/Febri Ardani)
Jakarta, CNN Indonesia -- Edi Hartono, kaget namanya terdata sebagai pemilik tiga mobil mewah. Data yang ia peroleh dari Samsat, namanya digunakan untuk membeli Mercedes-Benz 220, Mercedes-Benz 190, dan super car Ferrari Dino.

"Pas saya ke Samsat, lah kok muncul roda empat, ada tiga unit atas nama saya," kata Edi saat dihubungi melalui telepon, Jumat (8/11).

Tukang sandal dan sepatu keliling ini tahu namanya digunakan seseorang ketika hendak memblokir STNK motornya di Samsat karena sudah dijual. Namun pihak Samsat justru membeberkan informasi yang mengejutkan itu.


"Tiga mobil itu semua gunakan nama saya, alamat, tempat tanggal lahir. Ya semua yang ada di KTP saya," ungkap Edi yang pernah jadi sopir angkot tersebut.


KJP Anak Ditahan

Edi menuturkan sebelum ke Samsat, pada Oktober 2019 lalu, ia sempat mendapat pemberitahuan dari pihak sekolah anaknya di SMPN 265 Kebon Baru, mengenai masalah Kartu Jakarta Pintar (KJP). KJP anaknya bermasalah karena nama Edi terdata punya banyak kendaraan mewah.

"Jadi ada pemberitahuan dari sekolah, itu kan buat orang tidak mampu, kalau orang tua punya lebih kendaraan ya anak tidak bisa dapat KJP," kata dia.

Edi pun cemas ke depan tidak bisa mendapat subsidi pemerintah tersebut untuk membantu biaya pendidikan anaknya itu.

"Saya tidak tau makanya apa sudah disetop apa belum KJP anak saya belum ada pemberitahuan lagi dari sekolah. Biasanya kan KJP cair pas tanggal 20 atau sebelum 20," kata Edi.

[Gambas:Video CNN]

Sempat Hilang KTP

Edi mengaku dua tahun lalu dirinya pernah kehilangan KTP. Ia pun menduga saat KTP-nya hilang, digunakan oleh orang tak bertanggungjawab untuk membeli mobil mewah atas nama dirinya.

Namun Edi tak tau apakah tiga mobil mewah itu dibeli saat KTP-nya hilang dua tahun lalu atau tidak.

"Iya awalnya pernah kehilangan KTP dua tahun lalu di koperasi dua tahun lalu," kata Edi yang berdomisili di kawasan Jakarta Selatan.

(ryh/DAL)