Selain itu, perusahaan telah melakukan koordinasi dengan beberapa investor bahwa mereka berencana bakal mengirimkan token pertama koin kripto Gram dalam dua bulan ke depan.
Mata uang kripto Gram direncanakan bakal tersedia untuk 200 hingga 300 juta pengguna global dari pengguna aplikasi Telegram. Perusahaan mengatakan produk mereka itu akan menjadi mata uang online terbaru.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Siapapun yang mencoba membangun sistem token jenis ini harus berhati-hati pada sejumlah level dengan regulator. Saya curiga regulator akan memperhatikan penawaran ini dengan cermat," kata Pengamat Firma Hukum Cryptocurrency Richard Levin dikutip The New York Times.
Sebelumnya, Facebook menyatakan pihaknya kemungkinan tidak dapat meluncurkan uang kripto Libra pada 2020 mendatang. Sebab banyaknya tekanan dari anggota parlemen dan regulator Amerika terkait proyek uang kripto mereka.
Bahkan David Marcus, salah seorang petinggi Calibra sempat memberikan kesaksian di hadapan Komite Perbankan Senat Amerika dan Komite Jasa Keuangan dan dihujani sejumlah pertanyaan terkait Libra.
"Kami tahu bahwa perjalanan untuk meluncurkan Libra akan panjang dan kami tidak bisa melakukan ini sendirian. Terlibat dengan regulator, pembuat kebijakan, dan para ahli sangat penting untuk kesuksesan Libra," tuturnya. (din/eks)