NASA Rekam Hujan Abu Gunung Agung di Atas Laut Bali

CNN Indonesia | Senin, 27/05/2019 12:35 WIB
NASA Rekam Hujan Abu Gunung Agung di Atas Laut Bali Aktivitas Gunung Agung. (Foto: ANTARA FOTO/Fikri Yusuf)
Jakarta, CNN Indonesia -- Lembaga Antariksa Amerika Serikat (NASA) melaporkan telah merekam semburan abu vulkanik Gunung Agung di sekitar Laut Bali. Citra satelit Terra merekam sebaran hujan abu di sekitar Pulau Bali.

Instrumen MODIS (Spectroradiometer Imaging Moderate Resolution Imaging) yang terbang di atas satelit Terra menangkap gambar awan abu dari semburan Gunung Agung yang menyelimuti sebagian Laut Bali.

Dalam situs resminya, NASA mencatat MODIS sebelumnya juga menangkap fenomena serupa yang sempat tampak pada 29 November 2017 lalu.


Satelit Terra melakukan eksplorasi hubungan antara atmosfer Bumi, daratan, permukaan salju dan es, samudera, serta keseimbangan energi untuk memahami pola perubahan iklim. Di samping itu, satelit Terra juga memetakan dampak aktivitas manusia dan bencana alam yang memengaruhi ekosistem dan masyarakat.

Satelit Terra dilengkapi dengan instrumen ASTER untuk mempelajari komposisi daratan, CERES untuk mmpelajari refleksi energi, MODIS untuk mempelajari pola perubahan iklim, MISR untuk mempelajari, dan MOPITT untuk mempelajari kandungan karbonmonoksida.

Sementara itu, Gunung Agung dilaporkan kembali erupsi pada Jumat (24/5) pukul 19.23 WITA. Letusan itu memuntahkan lava pijar sejauh 2,5 hinga 3 kilometer ke segala arah.

Erupsi tersebut terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 30 mm dan durasi sekitar 4 menit 30 detik. Meskipun Gunung Agung kembali erupsi, saat ini status gunung tertinggi di Pulau Bali itu masih pada status Level III (Siaga).

"Iya telah terjadi erupsi. Tinggi kolom abu tidak teramati. Namun, terdengar suara gemuruh sedang-kuat di pos pengamatan," kata Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah Provinsi Bali, I Made Rentin, di Denpasar, seperti dilansir Antara.

Dampak erupsi, ada beberapa daerah di Kabupaten Karangasem yang terpapar hujan abu dan pasir tebal yakni Desa Pempatan, Desa Besakih, Desa Menanga, Desa Sebudi, Desa Muncan, Desa Amerta Bhuana, Desa Nongan, Desa Rendang dan beberapa wilayah di Kabupaten Bangli. (evn/evn)