Perluas Pasar, Gojek Latih UMKM di Jawa Barat Melek Digital

Gojek, CNN Indonesia | Minggu, 26/05/2019 19:55 WIB
Perluas Pasar, Gojek Latih UMKM di Jawa Barat Melek Digital Ilustrasi. (Foto: CNN Indonesia/Andry Novelino)
Jakarta, CNN Indonesia -- Gojek dan Gopay bakal memperluas akses pasar UMKM di Jawa Barat dengan penguatan potensi ekonomi digital.

Perluasan itu dilakukan dengan kerja sama antara Gojek dan Gopay dengan Pemerintah Provinsi Jawa Barat melalui penandatanganan nota kesepakatan strategis. Dengan penguatan itu, pelaku usaha kecil akan memiliki akses pasar atas produk-produknya.

Ketua Dekranasda Jawa Barat, Atalia Praratya mengatakan dia kerap mendapat masukan dari pelaku wirausaha, bahwa tantangan yang mereka hadapi tidak sekadar permasalahan permodalan dan sumber daya manusia. Namun juga, akses terhadap pemasaran produk.


"Dari situ kami berpikir keras, mencari stakeholders yang mampu untuk memudahkan masyarakat memperkenalkan produknya. Ketika saya ngobrol dengan Gojek, ini seperti gayung bersambut. Dari Gojek berkomitmen untuk membantu pemasaran produknya," ujar Atalia dalam keterangan tertulis, Minggu (26/5).


Saat ini Atalia Praratya juga aktif sebagai Ketua Umum Sekolah Perempuan Capai Impian dan Cita-cita (Sekoper Cinta). Melalui Sekoper Cinta, diharapkan perempuan yang putus sekolah bisa mendapat pelatihan untuk mandiri secara ekonomi.

"Gojek juga sudah commit untuk mendukung ini. Jadi semisal ada seseorang yang bisa bikin pepes atau lasagna di rumah, nanti bisa dipromosikan melalui Go-Food," kata dia.

Pelatihan Gojek

Regional Head Corporate Affairs Gojek, Wildan Kesuma mengatakan prioritas Pemerintah Provinsi Jawa Barat sesuai dengan komitmen Gojek untuk memberdayakan para pelaku UMKM serta pelaku sektor informal.

"Bentuk program pelatihan yang dimaksud dan telah berjalan hingga kini bernama Gojek Wirausaha. Ini adalah program pelatihan berbisnis yang diberikan oleh Gojek kepada pelaku industri UMKM dalam bentuk kelas tatap muka," ujarnya.

Program ini bertujuan untuk memberikan dasar-dasar pengetahuan membangun bisnis agar para pelaku UMKM bisa menjadi naik kelas dengan masuk ke dunia digital.


"Setelah pelatihan, UMKM dapat mendaftarkan usahanya ke dalam platform Go-Food, Go-Pay serta Arisan Mapan. Hal ini menjadi nilai tambah agar para pelaku UMKM bisa langsung memasarkan, menjual, dan mengembangkan usahanya secara digital," tutur Wildan. (asa)