Lelang 'Supercar' Milik Kriminal, Hasilnya Buat Warga Miskin

AFP, CNN Indonesia | Kamis, 23/05/2019 15:53 WIB
Lelang 'Supercar' Milik Kriminal, Hasilnya Buat Warga Miskin Ilustrasi. (Foto: CNN Indonesia/Rayhand Purnama Karim JP)
Jakarta, CNN Indonesia -- Sebanyak 82 kendaraan, mulai dari Lamborghini Murcielago, Porsche, dan banyak truk antipeluru, yang merupakan hasil sitaan kepolisian Meksiko dari kriminal diputuskan dilelang. Presiden Meksiko yang baru, Andres Manuel Lopez Obrador, mengungkap hasil lelang bakal diberikan pada masyarakat miskin.

Pelelangan itu, yang dijadwalkan pada Minggu (26/5), merupakan pesan buat para kriminal di Meksiko yang bergelimangan harta dan kerap tidak terjangkau hukum.

"Semua yang telah disita sekarang akan diberikan ke masyarakat, terutama yang miskin," kata Lopez Obrador.


Total nilai tawaran paling rendah buat semua kendaraan yang dilelang ditaksir mencapai 28 juta peso atau Rp21,2 miliar. Meski begitu diprediksi nilainya akan semakin besar bila sudah pada hari pelelangan.

Selain kendaraan, real estate dan perhiasan hasil sitaan dari kriminal dan koruptor juga menjadi objek lelang di lain lokasi.

Lopez Obrador menjabat sebagai presiden pada Desember lalu. Dia yang baru saja meluncurkan "Institute to Return What Has Been Robbed to the People" telah berjanji bakal mengubah Meksiko yang dikenal dengan tindakan kejahatan dan korupsi.

Ricardo Rodriguez, kepala institut yang baru dibentuk itu mengatakan misinya adalah menggagalkan 'efek kebalikan Robin Hood' di Meksiko.

"Mereka merampok dari rakyat miskin dan memberikannya kepada koruptor. Tidak lagi. Sekarang instruksinya memberikan ke masyarakat, pemilik yang sah atas sumber daya ini," kata dia.

Pelelangan bakal digelar di mantan kediaman presiden di Los Pinos, yang sudah diubah Lopez Obrador menjadi pusat kebudayaan. Selain itu dia juga sudah menanggalkan pengawal kepresidenan, jet, dan 60 persen gajinya.

Lopez Obrador merupakan tokoh populer di Meksiko. Masyarakat kini lapar perubahan setelah bertahun-tahun dijangkiti korupsi dan kejahatan kriminal yang sudah mengklaim lebih dari 250 ribu nyawa sejak 2006. (fea)