Jentikan Thanos Dianggap Tak Efektif Selamatkan Bumi

CNN Indonesia | Senin, 20/05/2019 16:41 WIB
Jentikan Thanos Dianggap Tak Efektif Selamatkan Bumi Ilustrasi (CNN)
Jakarta, CNN Indonesia -- Musuh utama dalam film Avenger's Endgame, Thanos sempat berhasil melenyapkan separuh populasi di seluruh alam semesta. Ia menganggap bisa membawa keseimbangan di alam semesta dengan menghabisi separuh populasi.

Ia bersikukuh bahwa kelebihan populasi di alam semesta membawa kesengsaraan karena sumber daya di seluruh dunia tidak dapat memenuhi kebutuhan bagi makhluk hidup.

Peneliti Fisika dari Institut Teknologi Bandung (ITB) Yudi Darma mencoba untuk mengkaji asumsi Thanos. Asumsi yang dikaji adalah niat Thanos untuk menghabisi 50 persen populasi di alam semesta, demi menyelamatkan makhluk hidup.


Yudi mengatakan Thanos memang sempat menjadi juru selamat bagi alam semesta, khususnya Bumi. Akan tetapi, jentikan jari Thanos ini hanya membawa populasi Bumi kembali jumlah populasi pada 1970.

Pasalnya, Yudi mengatakan saat ini populasi dunia sekitar 7,6 miliar orang. Artinya saat Thanos menjentikan jari, 3,8 miliar orang lenyap dan tersisa 3,8 miliar orang.

Populasi manusia di Bumi, bagi Yudi, akan kembali ke angka semula sebelum Thanos melenyapkan 50 persen manusia hanya dalam waktu 50 tahun. Yudi mengatakan jika Thanos menjentikan jarinya pada 2018, maka pada 2068 populasi manusia akan kembali ke populasi pada 2019.

"Pertumbuhan eksponensial berarti bahwa mengurangi separuh populasi tidak efektif. Jika Thanos mendapatkan keinginannya, dan utopia muncul setelah jentikan jari, kita masih akan kembali ke populasi 2018 dalam 50 tahun atau lebih," ujar Yudi saat acara diskusi The Science Behind The Avenger Endgame di Perpustakaan Nasional, Jakarta, Selasa (14/5).

Yudi juga mengatakan lenyapnya manusia bisa memberikan dampak kematian pada manusia yang tidak lenyap. Yudi berasumsi bahwa ada sekitar 10 persen kendaraan yang dipakai saat Thanos melenyapkan manusia.

"Jika Anda mengasumsikan hanya satu persen dari pengemudi yang masih hidup di jalan, maka mobil yang tiba-tiba tanpa pengemudi, itu menyebabkan tambahan setengah juta kematian," ujar Yudi.

Yudi juga mengatakan jentikan jari Thanos berdampak pada perubahan ekosistem secara holistik. Ia bahkan mengatakan ada beberapa spesies makhluk hidup yang tidak dapat pulih.

"Misalnya, spesies yang dapat bereproduksi dengan cepat kemungkinan akan dapat kembali ke tingkat populasi saat ini dengan cepat, sementara spesies yang bereproduksi lebih lambat bisa membutuhkan waktu lebih lama untuk pulih, atau gagal pulih sepenuhnya," kata Yudi. (jnp/eks)