Administrasi Bus Listrik TransJakarta Selesai Tahun Ini

ain, CNN Indonesia | Selasa, 30/04/2019 08:20 WIB
Administrasi Bus Listrik TransJakarta Selesai Tahun Ini Bus listrik PT MAB akan menjadi armada TransJakarta. (Foto: Dok. MAB)
Jakarta, CNN Indonesia -- Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan melakukan pra uji coba bus listrik TransJakarta hari ini, Senin (29/4). Bus yang penggunaannya nanti bertujuan mengurangi polusi ibu kota itu menurut Anies proses administrasinya baru akan selesai beberapa bulan ke depan.

Setiap kendaraan niaga yang akan beroperasi harus lulus uji Balai Pengujian Laik Jalan dan Sertifikasi Kendaraan Bermotor (BPLJ-SKB) Kemenhub. Sementara Pengujian tipe kendaraan bermotor listrik di atur dalam Peraturan Menteri Perhubungan No. PM 33/2018 tentang Pengujian Tipe Kendaraan Bermotor.

"Mudah-mudahan bulan Juni-Juli itu selesai. Kemudian bisa beroperasional," ujar Anies kepada para wartawan di Balaikota, Jakarta.


Setelah itu, bus listrik tersebut nantinya masih akan menjalani uji coba lagi pada sekitar Oktober dan setelahnya baru diharapkan untuk bisa beroperasi.

Lebih lanjut, terdapat tiga unit bus listrik yang hari ini dilakukan pra uji coba Anies dengan rute Balaikota-Bundaran HI. Anies kemudian menambahkan secara teknis bus tersebut sudah aman. Namun secara administratif, perlu ada perubahan seperti pada pembuatan STNK.

Sebab, pada pembuatan STNK, perlu adanya ukuran mesin kendaraan yang diukur dengan skala cc. Namun pada bus listrik tersebut, karena tidak menggunakan bahan bakar, maka belum bisa diurus secara administratif.

Meskipun begitu, tiga bus yang sudah siap tersebut nantinya akan diperlihatkan sementara dengan tujuan agar masyarakat bisa mencoba terlebih dahulu.

Pertama kali pra uji coba ini akan dipamerkan ke masyarakat pada Minggu (5/5) pada saat car free day. Namun, pra uji coba itu tidak semata-mata dapat dicoba oleh seluruh msayarakat Jakarta.

"Kita mengangkut penumpang di kawasan khusus. Seperti contoh tadi penumpang adalah tamu undangan, operator, penyedia bus sendiri di lintasan khusus dan penumpang khusus," kata Direktur Operasional TransJakarta Daud Joseph saat dikonfirmasi.

Menurut Daud, upaya pra uji coba pada CFD pekan ini, juga merupakan upaya mengedukasi masyarakat terkait perbedaan bus biasa dengan bus listrik. Masyarakat diharapkan lebih memahami sistem kerja bus listrik.

"[Belum beroperasi]. Baru dipamerkan," imbuhnya.

Anies kemudian mengatakan nantinya akan menambah jumlah sampai 10 unit di awal beropersionalnya bus listrik tersebut. Sambil menyiapkan operasional, akan ditambah hingga semua bus TransJakarta bisa menggunakan fasilitas yang sama.

Anies berharap dengan beroperasinya bus listrik tersebut penggunaan kendaraan bermotor berkurang dan masyarakat akan lebih memilih menggunakan transportasi umum yang ramah lingkungan. (ain/mik)