Gesits: Ojol Lebih Untung Pakai Motor Listrik

fea, CNN Indonesia | Rabu, 24/04/2019 15:22 WIB
Gesits: Ojol Lebih Untung Pakai Motor Listrik Motor listrik Gesits. (Foto: CNN Indonesia/Tachta Citra Elfira)
Jakarta, CNN Indonesia -- Gesits Technologies Indo (GTI) menyatakan ketertarikannya menawarkan motor listrik kepada para ojek online (ojol). Menurut GTI, para ojol bakal lebih untung bila menggunakan motor listrik ketimbang motor konvensional.

"Ya kami pikirkan, memang salah satu potensial target pasar kami ya ojol," ucap CEO GTI Harun Sjech di Jakarta, Selasa (23/4).

Harun menjelaskan pihaknya akan lebih bagus bila bekerja sama dengan perusahaan yang menaungi ojol, seperti Grab dan Gojek. Namun bila itu belum bisa terealisasi, maka menjual langsung ke ojol bakal jadi opsi terbaik.


Bekerja sama dengan Grab dan Gojek, bisa memungkinkan. Meski begitu disadari upaya GTI merupakan tantangan tersendiri pasalnya kedua perusahaan Decacorn di bidang transportasi berbasis teknologi internet itu sudah bekerja sama dengan pihak produsen sepeda motor asal Jepang.

Pada akhir tahun lalu diketahui Yamaha Motor Co., Ltd sudah menyuntikkan dana US$150 juta kepada Grab untuk membentuk kerja sama strategis terkait ojol di Asia Tenggara.

Sementara Gojek sudah mendapatkan serangkaian pendanaan dari Astra International yang merupakan perusahaan induk Astra Honda Motor. Pada 4 Maret 2019, Astra International mengumumkan membentuk perusahaan patungan dengan Gojek untuk mengembangkan bisnis ride hailing roda empat dengan investasi baru US$100 juta.

Total investasi Astra International buat Gojek hingga saat ini sebesar US$250 juta.

Tidak patah arang, Harun mengatakan sudah punya strategi menghadapi berbagai kemungkinan. Salah satunya membuat bisnis transportasi sendiri menggunakan Gesits.

"Ya sudah, kami bikin yang baru saja," ucap Harun.

"Penggunaan motor listrik itu kan lebih efisien jadi sebenarnya untuk pengemudi ojek, karena cost dia lebih kecil dibanding motor biasa, jadi dapat margin-nya akan lebih," jelas Harun.

"Katakanlah sehari butuh satu liter BBM, berarti setahun kira-kira 300 liter yang 65 harinya libur. Dikali Rp7 ribu (asumsi harga BBM), itu berarti Rp2,1 juta per tahun. Motor listrik butuh 1,2 kW dikali tarif PLN sekarang Rp1.400 dikali 300 hari itu sekitar Rp500 ribu. Itu perbandingannya," ucap Harun.

Dia juga menyebut para ojol tidak terbebani biaya perawatan berkala seperti motor konvensional pada motor listrik. Komponen paling mahal pada motor listrik hanya baterai yang dia katakan wajib diganti bila kemampuannya sudah berkurang menjadi 70 persen dalam tiga tahun.

GTI sudah menjanjikan bakal memperkenalkan desain final versi produksi Gesits di Indonesia International Motor Show (IIMS) yang akan dibuka pada 25 April 2019. Di IIMS 2019, GTI akan mengumumkan harga ritel, hal ini menandakan Gesits sudah bisa dipesan konsumen. (fea)