Boeing Telah Perbarui 'Software' 737 Max

CNN Indonesia | Selasa, 26/03/2019 09:37 WIB
Boeing Telah Perbarui 'Software' 737 Max Ilustrasi (Stephen Brashear/Getty Images/AFP)
Jakarta, CNN Indonesia -- Perusahaan Boeing selaku manufaktur pesawat 737 Max telah memperbarui sistem anti-stall (sistem untuk mencegah kegagalan mesin) untuk mencegah tragedi-tragedi selanjutnya seperti yang terjadi di Indonesia dan Etiopia.

Pembaruan dalam perangkat lunak yang dinamakan Maneuvering Characteristics Augmentation System (MCAS) akan mengurangi tingkat keagresifan dari perangkat lunak tersebut agar bisa lebih dikendalikan oleh pilot.

Badan Aviasi Federal Amerika Serikat (FAA) telah memberi lampu hijau kepada pembaruan perangkat lunak tersebut. Kendati demikian pengecekan ulang dan tes lapangan harus dibutuhkan sebelum pembaruan ini diterapkan.


"Modifikasi ini akan membuat fitur anti-stall lebih mulus dan dirancang ulang agar tidak mengalahkan perintah dari kokpit atau kekeliruan ketika kesalahan membaca salah satu sensor," jelasnya. "Sistem ini dirancang secara otomatis hanya mendorong hidung pesawat hanya sekali dan tidak lebih dari 10 detika jika pesawat dalam bahaya stall dan kehilangan daya angkat," kata pejabat perusahaan, seperti dilansir dari Gizmodo.

Dilansir dari SlashGear, MCAS diyakini sebagai penyebab kecelakaan Lion Air yang menewaskan 189 orang pada Oktober lalu dan kecelakaan serupa yang dialami Ethiopian Airlines yang menewaskan 157 orang pada Maret ini. 

Dalam kasus Lion Air, para penyelidik percaya bahwa sistem otomatis baru itu secara keliru mendeteksi kondisi stall. Sistem ini memaksa hidung pesawat agar mengarah ke bawah meskipun para pilot mencoba untuk menaikannya secara manual.

Perubahan juga termasuk pelatihan tambahan bagi pilot agar bisa mengendalikan MCAS. Pelatihan ini sebelumnya menurut FAA tidak diperlukan ketika 737 Max pertama kali diluncurkan.

FAA dilaporkan menentukan bahwa 737 Max memiliki fitur yang sama 737 versi sebelumnya. Oleh karena itu FAA mengatakan pilot tidak perlu mendapatkan pelatihan tambahan. FAA telah dituduh melakukan penyimpangan yang menyebabkan 737 Max tidak layak terbang. (jnp/eks)