Peneliti Temukan Fosil 518 Juta Tahun di China

CNN Indonesia | Senin, 25/03/2019 23:04 WIB
Peneliti Temukan Fosil 518 Juta Tahun di China Ilustrasi (Arizona State University/J Ramon Arrowsmith)
Jakarta, CNN Indonesia -- Sejumlah peneliti Paleontolog yang melakukan penelitian di China menemukan beberapa fosil besar di tepi sungai Danshui provinsi Hubei, China. Fosil-fosil yang terdiri dari ubur-ubur primitif, alga, anemon, cacing, dan antropoda tersebut diperkirakan berumur 518 juta tahun.

Selain itu, struktur fosil yang ditemukan tidak biasa karena jaringan lunak dari tubuh fosil itu tercetak dalam keadaan baik seperti kulit, mata dan organ-organ di dalamnya.

Lebih dari 20.000 spesimen pun telah dikumpulkan dan total 4.351 fosil yang sudah dianalisis. Total terdapat 101 spesies dimana 53 diantaranya adalah spesies temuan baru. Fosil itu dikenal sebagai biota Qingjiang. 



Penemuan tersebut disebut menjadi sumber yang sangat penting dalam studi tentang asal mula makhluk hidup.

"Sangat menakjubkan bahwa sebagian besar spesies dalam kumpulan fosil ini baru bagi sains," kata Rober Gaines, ahli geologi dari Pomona College California dikutip The Guardian.

Selain itu, para ilmuwan juga cukup senang dengan fosil ubur-ubur dan anemon laut. Gaines mengungkapkan keanekaragaman bentuk ubur-ubur dan anemon laut yang ditemukan membuat ia terkesima.


"Saya tidak pernah melihat bentuk seperti itu, keanekaragaman bentuk mereka sangat menakjubkan," ujar Gaines.

Sampai sekarang, fosil paling mengesankan berasal dari era ledakan Kambria yang ditemukan di Burgess Shale berusia 508 juta tahun di Kanada, dan Chengjiang berusia 518 juta tahun di China, seperti dikutip dari BBC,

Fosil-fosil baru yang ditemukan di dekat persimpangan sungai Danshui dan Qingjiang di provinsi Hubei, China memberikan gambaran tentang ekosistem organisme yang sangat berbeda dan hidup di waktu yang sama. (din/eks)