India Larang Keras PUBG, Sampai Tahan 10 Mahasiswa

eks, CNN Indonesia | Senin, 25/03/2019 08:35 WIB
India Larang Keras PUBG, Sampai Tahan 10 Mahasiswa Ilustrasi (CNN Indonesia/Hesti Rika)
Jakarta, CNN Indonesia -- Pihak kepolisian di India Barat telah menahan 10 mahasiswa akibat memainkan PUBG. Tidak seluruh India memberlakukan larangan permainan ini, hanya kota-kota di wilayah Gujarat saja yang mengeluarkan larangan untuk bermain PUBG.

Rohit Raval, salah satu petugas polisi mengatakan bagaimana gim ini begitu adiktif, hingga tersangka tidak sadar ketika tim polisi datang. Pihak kepolisian juga mendorong warga untuk melapor jika menemukan pelanggaran atas aturan itu.

Alasannya, akibat permainan itu dianggap mengandung unsur tindak kekerasan, seperti diajukan oleh Komisi Perlindungan Anak di negara itu. Salah satu koran terbesar di India menyebut PUBG sebagai epidemik dan berakibat mental yang buruk bagi anak-anak, tulis Navbharat Times dalam editorialnya pekan lalu (20/4).


PUBG atau PlayerUnknown's Battlegrounds adalah gim dengan genre penembak orang pertama (first person shooter/fps). Dalam gim ini, para pemain mesti saling berburu 100 pemain lain hingga tersisa satu pemenang saja di akhir permainan.

Gim buatan Bluehole asal Kora Selatanini menjadi sangat populer setelah Tencent di China ini membuat versi gim mobile yang bebas dimainkan di ponsel. Selain di ponsel, gim ini juga bisa dimainkan di PC.

Gim komputer memang tidak terlalu populer di India. Baru ketika vendor ponsel perang harga, gim mobile meledak di negara itu. Namun, hal ini menimbulkan reaksi keras dari para penganut konservatif di negara itu.

Para penduduk di desa yang tak pernah bermain dengan gim konsol atau PC, langsung terlibat dalam gim tersebut karena mereka kini mudah memainkannya di ponsel.

Kompetisi PUBG pun ramai dibuat, salah satunya dibuat di selatan kota Hyderabad. Lomba ini dibuat beberapa hari sebelum penerapan larangan PUBG dilakukan. Sebanyak 250 ribu mahasiswa dari 1.000 kampus di kota itu mendaftar. Satu tim yang berhasil menang, mendapat hadiah 1,5 juta rupee (Rp307 juta).

Namun kekhawatiran politisi lokal, orang tua, dan guru menganggap permainan ini akan memicu kekerasan dan mengganggu kegiatan akademik. Mereka menyalahkan gim atas tindakan persekusi, pencurian, dan dalah salah satu kasus di Mumbai, bunuh diri remaja.

Seorang anak umur 11 tahun bahkan mengajukan gugatan atas kepentingan publik di pengadilan Mumbai agar gim PUBG dilarang. Dalam pertemuan publik bulan lalu, seorang ibu mengeluhkan kepada Perdana Menteri Narendra Modi soal ketergantungan anaknya terhadap gim. Modi lantas bertanya, " apakah itu gim PUBG?"

Menanggapi tekanan terhadap gim buatannya, Bluehole menyebut akan memperkenalkan sistem bermain yang sehat di India, "untuk menjaga keseimbangan, gim yang bertanggung jawab, termasuk membatasi waktu bermain untuk pemain di bawah umur," jelas perusahaan itu, seperti dikutip Bloomberg.

Tencent sendiri kesulitan memasukkan dan melakukan monetisasi beberapa gim populer seperti PUBG dan Fortnite di negaranya sendiri. China dikenal sangat ketat terhadap gim yang bisa dimainkan di negara itu. Tiap gim mesti lewat sensor ketat apakah mengandung unsur kekerasan, seksual, atau konten tak pantas lainnya. Mereka bahkan menentukan judul dari gim yang boleh keluar di negara itu.

Meski demikian, pemerintah India masih belum menargetkan untuk melarang Fortnite. Beberapa alasan yang mungkin karena permainan itu lebih terasa sebagai permainan fantasi ketimbang PUBG.

Selain itu, hanya pengguna Android yang bisa memainkan gim ini. Selain itu, pengguna pun harus mengunduh langsung dari situs Epic Games.

Akibat banyaknya keterbatasan untuk bermain gim Fortnite, sementara PUBG lebih mudah diakses, kemungkinan menjadi alasan mengapa gim itu saja yang diincar oleh penegak hukum India, seperti disebutkan The Verge(eks/eks)