Transjakarta Bicara Ketertarikan Gunakan Armada Bus Listrik

fea, CNN Indonesia | Kamis, 21/03/2019 18:44 WIB
Transjakarta Bicara Ketertarikan Gunakan Armada Bus Listrik Tranjakarta bakal memulai pengembangan operasional bus listrik dengan proses uji coba pada tahun ini. (Foto: CNN Indonesia/Febri Ardani)
Jakarta, CNN Indonesia -- Transportasi Jakarta (Transjakarta) punya mimpi suatu saat nanti semua armadanya yang beroperasi keliling Ibu Kota merupakan bus listrik. Transjakarta bakal memulai pengembangan operasional bus listrik dengan proses uji coba pada tahun ini.

Inisiatif pengembangan bus listrik Transjakarta dimulai setelah Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan pada rapat pimpinan pada Januari lalu menginstruksikan studi bus listrik.

Pada Kamis (21/3), Transjakarta telah mengumumkan penandatanganan nota kesepamahaman dengan tiga penyedia bus listrik untuk uji coba di acara BusWorld Southeast Asia 2019 di Jakarta.


"Kalau melihat dari diskusi di hari ini, listrik ini memang prosesnya cukup panjang, jadi tidak bisa semerta-merta kita katakan semua akan listrik. Secara jangka panjang kami punya cita-cita demikian tapi tentu secara bertahap kita harus melihat kesiapan dari industri, kesiapan dari peralihan teknologi," kata Direktur Utama Transjakarta Agung Wicaksono.

Agung mencontohkan pemanfaatan bus listrik di Shenzhen, China, yang merupakan kota asal salah satu penyuplai, BYD, bisa dilakukan sepenuhnya. Dia menyebut di Shenzen tersedia 16 ribu unit bus listrik.

"Ya itu bisa, tapi tentu kita tidak mengatakan segera itu akan harus terjadi karena kami tetap mau menjaga kelancaran operasional Transjakarta," ucap Agung.

Menurut Agung masih ada berbagai hal yang perlu diketahui terkait operasional bus listrik, salah satunya soal baterai yang dikatakan faktor kunci. Biaya produksi yang mahal disebut mungkin bisa dikurangi setelah teknologi baterai semakin matang dan rendah biaya.

Pada saat uji coba Agung menyebut setidaknya ada 10 bus yang beroperasi. Salah satu rute yang ditargetkan yaitu antara Bundaran Senayan hingga Monas.

Selain BYD, Transjakarta juga terikat MoU dengan Mobil Anak Bangsa (MAB) dari Indonesia dan RAC-Danfoss dari Finlandia. Belum diketahui kapan proses uji coba bus listrik Transjakarta bakal dimulai, namun Agung menyatakan salah satu penyuplai menjelaskan siap pada Mei 2019. (fea/mik)