Siap-siap Jajal Bus Listrik Transjakarta dari Senayan-Monas

fea, CNN Indonesia | Kamis, 21/03/2019 14:54 WIB
Siap-siap Jajal Bus Listrik Transjakarta dari Senayan-Monas Transportasi Jakarta (Transjakarta) kini berusaha mengkaji pengadaan bus listrik. (Foto: CNN Indonesia/Febri Ardani)
Jakarta, CNN Indonesia -- Sesuai instruksi Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan pada Januari lalu, Transportasi Jakarta (Transjakarta) kini berusaha mengkaji pengadaan bus listrik. Pada tahap awal Transjakarta mengumumkan telah bekerja sama dengan tiga penyedia jasa bus listrik hari ini Kamis (21/3).

Ketiga penyedia itu adalah produsen lokal Mobil Anak Bangsa (MAB) dan dua pihak asing, yakni BYD asal China dan RAC-Danfoos dari Finlandia. Komitmen dari penyedia yang bersedia diseleksi ini diikat dalam penandatanganan nota kesepemahaman (Memorandum of Understanding/MoU).

Menurut Direktur Utama Transjakarta Agung Wicaksono mengoperasikan bus listrik dalam armada Transjakarta tidak mudah, butuh berbagai macam penyesuaian. Maka itu ketiga pihak yang sudah berkomitmen dikatakan bakal melakukan uji coba pada tahun ini.


Waktu tepatnya belum disebut, namun Agung mengungkap salah satu penyedia sudah menyatakan sanggup melakukannya pada Mei.

Di Busworld Southeast Asia 2019 yang digelar di JIExpo Kemayoran, Jakarta, dua prototipe bus Transjakarta listrik milik BYD yang bekerja sama dengan Bakrie Autoparts dan MAB sudah dipamerkan. Meski begitu kedua bus itu diketahui memiliki lantai rendah yang tidak sesuai dengan desain halte Transjakarta yang tinggi.

"Nanti kita akan lihat yang paling siap, kalau unit ini kan low, berarti bukan di koridor. Misalkan di jalur feeder non BRT [Bus Rapid Transit]. Tapi juga dalam jangka waktu dekat kita harapkan akan ada yang bisa menyuplai high deck BRT, lebih tinggi, sehingga bisa digunakan di koridor," kata Agung.

Agung menargetkan salah satu jalur uji coba Transjakarta listrik dilakukan di rute Bundaran Senayan ke Monas. Pilihan itu menyesuaikan pesan Anies yang sempat bilang ingin pengujian jadi perhatian publik.

"Jadi itu karena pak Gubernur punya pesan agar dilakukan pada kawasan yang membangun perhatian publik, kesadaran publik. Di titik itu akan sangat terlihat bagaimana bus listrik ini akan betul-betul berjalan dan persis di tengah kota. Di bawahnya ada MRT, angkutan massal bersih, di atasnya juga kita inginkan ada angkutan yang bersih bus listrik," ucap Agung.

Agung juga mengungkap pihak yang akan menyumbang bus listrik Transjakarta untuk diuji coba bukan hanya ada tiga. Dia mengatakan pihak lain yang terlibat adalah Institut Teknologi Bandung (ITB).

"Kami tidak menargetkan berapa yang penting yang siap. Saya enggak mau harus sekian tetapi tidak siap. Harapan pak Gubernur paling tidak 10 yang bisa uji coba," tutup Agung.

[Gambas:Video CNN] (fea/mik)