Edukasi & Fitur

Mengenal Istilah Koefisien Drag pada Mobil

ray, CNN Indonesia | Senin, 18/02/2019 19:55 WIB
Mengenal Istilah Koefisien Drag pada Mobil Honda Jazz. (Foto: Courtesy of Honda)
Jakarta, CNN Indonesia -- Aerodinamika desain mobil terbukti memengaruhi kelincahan dan tingkat konsumsi bahan bakar minyak (BBM). Eksterior yang baik dapat mengoptimalkan tenaga mesin, traksi ban, stabilitas kendaraan.

Maka dari itu setiap produsen otomotif mendesain produknya sedinamis mungkin guna mengejar dua kata tersebut.

Untuk mempermudah benda melewati udara yang berujung pada konsumsi BBM, dalam industri otomotif dikenal istilah coefficient of drag (Cd/koefisien drag/hambatan). Semakin kecil angka Cd suatu kendaraan, maka semakin maksimal gerak mobil dan tentunya meningkatkan efisiensi bahan bakar kendaraan.


Tak heran setiap pengembangan suatu model mobil, insinyur mempertimbangkan hal utama adalah desain bodi.

Secara umum, mobil penumpang memiliki hambatan antara 0,3 sampai 0,6, sports car 0,25 sampai 0,3 dan bus 0,6 sampai 0,7. Angka itu didapat setelah mempertimbangkan desain lengkung bagian depan, samping dan belakang. Semua ada kunci dan hitung-hitungannya supaya tidak menghambat pergerakan suatu kendaraan.

Head Dealer Technical Support PT Toyota-Astra Motor (TAM) Didi Ahadi menyampaikan koefisien drag diperoleh berdasarkan perpaduan antara dimensi dan desain mobil.

Artinya cara mereduksi hambatan dengan memikirkan desain depan, samping, belakang dan bawah. Dari sisi desain, bagian yang paling mempengaruhi hambatan, yaitu bagian depan pada sebuah kendaraan. Desain lekukan atau garis pada sisi samping juga berpengaruh untuk memecah angin.

"Perpaduan antara design (bentuk) dan dimensi. Semakin besar bidang yang menerpa hambatan semakin besar pula beban kendaraan dalam menerpa hambatan, bisa mengakibatkan ketidakstabilan dan boros bahan bakar," kata Didi kepada CNNIndonesia.com, Senin (18/2).

Ia menyampaikan aliran udara mengalir ke belakang mobil lancar bisa dikatakan kesuksesan desainer memperkecil nilai hambatan.

Sementara itu, nilai koefisien drag yang tinggi bisa berdampak saat mobil bergerak pada kecepatan tinggi. Sebab semakin tinggi angkanya, semakin sulit akselerasi mobil, dan berujung semakin banyak bahan bakar yang digunakan.

Head of Brand Development and Marketing Research Suzuki Indomobil Sales (SIS) divisi roda empat Harold Donnel menyampaikan bahwa koefisien drag termasuk ke dalam pengujian untuk mengetahui seberapa besar daya hambatan yang dilalui angin terhadap sebuah mobil.

"Uji tersebut biasanya dilakukan dalam wind tunnel (terowongan tempat pengujian mobil) terhadap sebuah objek (bisa real atau miniatur dengan spesifikasi tertentu). Semakin dinamis desainnya, maka nilainya (Cd) semakin kecil," tutup Harold. (ryh/mik)


BACA JUGA