Investasi Startup Unicorn 'Jokowi' di Industri Otomotif

Febri Ardani, CNN Indonesia | Senin, 18/02/2019 14:21 WIB
Investasi Startup Unicorn 'Jokowi' di Industri Otomotif Kantor aplikasi transportasi online, Gojek di Blok M, Jakarta, Jumat, 16 November 2018. (Foto: CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kata 'unicorn' lagi hits di internet usai menjadi bahan diskusi saat debat kedua calon presiden yang digelar semalam. Dari empat unicorn yang ada di Indonesia, salah satunya adalah Gojek yang bergerak di bidang transportasi dan berkaitan dengan otomotif.

Berdasarkan data crunchbase.com, Gojek berdiri pada 12 Oktober 2010, didirikan oleh Nadiem Makarim, Kevin Aluwi, dan Michaelangelo Moran. Gojek memulai bisnis penyedia jasa transportasi sejak aplikasinya dirilis pada Januari 2015.

Sejak berdiri, Gojek diketahui sudah tujuh kali membuka funding series, yaitu sekali pada 2014, sekali pada 2015, tiga kali pada 2016, dan dua kali pada 2018.


Selama tujuh kali funding series, Gojek tercatat mendapatkan total US$3 miliar sekitar Rp42 triliun dari 23 investor, termasuk Google, Tencent Holdings, JD.com, dan Astra Internasional yang dikenal sebagai salah satu grup otomotif terbesar di Indonesia.

Tiga pendapatan terbesar Gojek terjadi pada funding series 4 Agustus 2016 dengan nilai US$550 juta, pada 30 Oktober 2018 senilai US$920 juta, dan pada 12 Februari 2018 senilai US$1,5 miliar.

Unicorn merupakan istilah buat menggambarkan perusahaan rintisan atau startup yang nilai valusasinya lebih dari US$1 miliar. Selain unicorn, ada juga istilah decacorn buat startup dengan nilai valuasi US$10 miliar dan hectocorn US$100 miliar.

Berdasarkan cbinsights.com, valuasi Gojek saat ini sebesar US$10 miliar atau statusnya lebih tepat disebut decacorn, sudah naik kelas dari unicorn.

Pesaing Gojek, Grab, merupakan salah satu unicorn asal Singapura. Beda dari Gojek, Grab lebih banyak mendapatkan investor dari kalangan otomotif.

Grab telah menggelar 22 funding rounds dan sudah mengumpulkan US$7,3 miliar dari 39 investor. Pendanaan paling besar Grab datang dari GGV Capital, Vertex Ventures, dan Tiger Global.

Selain itu Grab juga diketahui mendapatkan pendanaan dari Yamaha Motor Company US$150 juta pada 12 Desember 2018, Hyundai Motor Company US$250 juta pada 6 November 2018, dan Toyota Motor Company US$1 miliar pada 12 Juni 2018.

Walau mendapatkan pendanaan lebih besar, valuasi Grab tidak beda jauh dari Gojek, yaitu sebesar US$11 juta. Serupa Gojek, Grab juga mencapai status decacorn.

Saat ini ada delapan unicorn di Asia Tenggara, empat di antaranya ada  di Indonesia, yaitu Gojek, Bukalapak, Traveloka, dan Tokopedia. Menariknya tiga lainnya berasal dari Singapura, yaitu Lazada, Sea, dan Razer. (fea/mik)