Melihat 4 Unicorn Indonesia yang Tak 'Dikenal' Prabowo

Tim, CNN Indonesia | Minggu, 17/02/2019 22:33 WIB
Melihat 4 Unicorn Indonesia yang Tak 'Dikenal' Prabowo Ilustrasi. (CNN Indonesia/Safir Makki)
Jakarta, CNN Indonesia -- Dalam debat kedua pilpres 2019, calon presiden nomor urut 01 Joko Widodo melemparkan pertanyaan kepada capres nomor urut 02 Prabowo Subianto.

Jokowi bertanya apa yang akan dilakukan Prabowo untuk mengembangkan unicorn di Indonesia. Kata 'unicorn' ini sempat diulang oleh Prabowo untuk memastikan artinya.

Unicorn sendiri merupakan istilah yang sangat familiar dalam dunia perusahaan rintisan atau startup. Unicorn merupakan istilah yang kerap digunakan pada industri perusahaan teknologi untuk mendefinisikan perusahaan privat yang memiliki nilai valuasi lebih dari US$1 miliar.


Nama unicorn dipilih karena sangat jarang perusahaan startup yang bisa bertahan hingga bisa menghasilkan valuasi sebesar itu. Saat ini, di Asia Tenggara sendiri baru terdapat delapan unicorn.

Empat diantaranya merupakan unicorn asal Indonesia yakni Tokopedia, Bukalapak, Gojek dan Traveloka.

Berikut penjelasan singkat 4 unicorn yang ada di Indonesia:

Gojek

Perusahaan ride-hailing ini digawangi oleh Nadiem Makariem sekitar 2010. Gojek menjadi unicorn pertama yang 'lahir' di Indonesia pada 2016 lalu.

Gojek menjadi unicorn tepat saat usianya menginjak 6 tahun. Saat itu, Gojek menerima pendanaan senilai $550 juta dari konsorsium 8 investor yang digawangi oleh Sequoia Capital.

Tokopedia

Beranjak ke Tokopedia. E-Commerce yang didirikan oleh William Tanuwijaya ini hadir satu tahun sebelum Gojek, tepatnya pada 2009. Tokopedia berhasil menjadi unicorn kedua di Indonesia pada 17 Agustus 2017 setelah mendapatkan pendanaan dari Alibaba.

Traveloka

Traveloka atau platform perpesanan tiket online tersebut digawangi oleh Ferry Unardi dan dua rekannya. Traveloka lahir pada 2012 dan mengukuhkan posisinya sebagai unicorn pada 2017.

Traveloka menjadi unicorn setelah mendapatkan pendanaan dari perusahaan sejenis milik asing yakni Expedia.

Bukalapak

Terakhir, yang baru-baru ini mengundang kontroversi yakni Bukalapak. Platform e-commerce ini berdiri pada 2010 digawangi oleh Achmad Zaky. Saat ini Bukalapak menjadi unicorn keempat yang ada di Indonesia.

[Gambas:Video CNN] (age)