Mesin Kecerdasan Buatan Open AI Bisa Bikin Berita Otomatis

CNN Indonesia | Minggu, 17/02/2019 08:30 WIB
Mesin Kecerdasan Buatan Open AI Bisa Bikin Berita Otomatis Ilustrasi (Istockphoto/ipopba)
Jakarta, CNN Indonesia -- Para peneliti mengumumkan telah mengembangkan kecerdasan buatan yang bisa membuat teks otomatis. Peranti lunak ini diklaim punya kinerja sangat bagus. 

Peranti lunak yang dikembangkan oleh OpenAI ini bisa digunakan untuk mengembangkan berita, melakukan tinjauan produk, translasi, merangkum, dan berbagai keperluan menulis lainnya.

Hasil tulisan software ini bahkan disebut lebih realistis dari software yang pernah dikembangkan sebelumnya. Kecanggihan software ini lantaran memilki banyak tolak ukur pemodelan bahasa.

Peneliti menyebut bahwa model software mereka yang dinamakan GPT-2 "melampai model bahasa lainnya" ketika diuji untuk melakukan tugas seperti menulis masukan untuk Wikipedia, berita, atau buku tanpa perlu pelatihan khusus. 


Namun, saat ini software tersebut belum akan dirilis ke publik dan mereka masih menyembunyikan detilnya.

"Kami mengkhawatirkan aplikasi berbahaya (malicious) dari teknologi ini, (sehingga) kami tidak merilisnya model yang masih dilatih (ini)," jelas peneliti OpenAI dalam tulisan di blognya, Kamis (14/2), seperti dikutip AFP.

Tidak dirilisnya aplikasi ini ke publik dikhawatirkan bisa dikembangkan untuk mengembangkan berita palsu, meniru orang lain di dunia maya, dan melakukan otomasi akun palsu di media sosial.

Salah satu contohnya ketika program diberi masukan satu paragraf tentang "kawanan unicorn yang tinggal dilembah Andes, wilayah terpencil yang belum terjamah," software ini lantas menulis 300 kata mengenai hal itu.n

"Masyarakat luas perlu menjadi lebih kritis terhadap teks yang mereka temukan di dunia maya. (Ini serupa) dengan fenomena deep fakes, yang mengharuskan orang lebih waspada dengan video (palsu)," tulis peneliti tersebut.

Pusat penelitian OpenAI, mendapat sokongan dana dari Tesla milik Elon Musk, Amazon dan Microsoft. (AFP/eks)