Cerita Rudiantara Perangi Hoaks Bersama Ma'ruf Amin

CNN Indonesia | Rabu, 13/02/2019 15:37 WIB
Cerita Rudiantara Perangi Hoaks Bersama Ma'ruf Amin Ma'ruf Amin dalam satu acara. (Foto: (Tim Media KMA)
Jakarta, CNN Indonesia -- Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara menceritakan soal upaya memerangi hoaks dengan Ketua nonaktif Majelis Ulama Indonesia (MUI) Ma'ruf Amin.

"Saya bukan baru kali ini mengenal Kiai (Ma'ruf) .Waktu itu pernah memerangi bersama konten hoaks dan konten negatif di dunia maya," kata Rudiantara di Gedung Bursa Efek Indonesia, Rabu (13/1).

Rudiantara mengatakan MUI pada saat itu mengeluarkan Fatwa tentang hukum dan pedoman bermuamalah melalui media sosial.  "Saya mengadu kepada MUI. Akhirnya keluarlah fatwa MUI bagaimana umat islam itu harus bermedia sosial," katanya.


MUI akhirnya menerbitkan fatwa Nomor 24 Tahun 2017 tentang Hukum dan Pedoman Bermuamalah melalui Media Sosial.


Dia menuturkan fatwa yang dikeluarkan MUI bisa mendorong pertumbuhan berbagai industri yang baru berkembang, salah satunya adalah financial technology.

"Kalau masyarakat ekonomi syariah ini, apalagi yang fintech, cepat-cepat minta ke MUI. Agar keluar lagi fintech soal fatwa MUI soal fintech. Saya yakin akan berkembang cepat," katanya.

Masyarakat Anti Fitnah Indonesia (Mafindo) sebelumnya memaparkan Facebook menjadi platform favorit banyak orang untuk berbagi berita bohong atau hoaks. Tak tanggung-tanggung, totalnya mencapai 429 hoaks informasi yang disebar melalui media sosial itu sepanjang 2018.


Supervisor Mafindo Santi Indra Astuti mengatakan penyebaran hoaks terbanyak di Facebook terjadi pada September 2018, yakni 62 hoaks. Sementara, paling sedikit terjadi pada Mei dan November 2018 sebanyak 23 hoaks.

Selain Facebook, media sosial atau aplikasi lainnya yang kerap dimanfaatkan berbagai pihak untuk memberikan informasi hoaks, di antaranya Twitter, Instagram, dan Whatsapp. Lebih detil, hoaks yang dibeberkan lewat Twitter sebanyak 82 hoaks dan Whatsapp sebanyak 114 hoaks.

Kementerian tersebut juga engidentifikasi 62 konten hoaks terkait Pileg dan Pilpres 2019 yang tersebar di media sosial. 62 konten ini diidentifikasi melalui mesin pengais AIS milik Kominfo yang memang didedikasikan untuk mencari konten-konten negatif di internet.

"Hasil penelusuran dengan menggunakan mesin AIS oleh Sub Direktorat Pengendalian Konten Internet Direktorat Pengendalian Ditjen Aplikasi Informatika," kata demikian Kominfo.

Laporan 62 konten hoaks ini dilakukan mulai dari Agustus hingga Desember 2018. Instansi itu mengatakan Kominfo telah merilis informasi mengenai klarifikasi dan konten terduga hoaks melalui portal kominfo.go.id dan stophoax.id. (jnp/asa)