Donald Trump Perintahkah Pemerintah AS Fokus pada AI

Tim CNN Indonesia, CNN Indonesia | Selasa, 12/02/2019 15:34 WIB
Donald Trump Perintahkah Pemerintah AS Fokus pada AI Ilustrasi. (REUTERS/Jason Lee)
Jakarta, CNN Indonesia -- Presiden Amerika Serikat Donald Trump resmi menandatangani sebuah perintah pada Senin (11/2) yang meminta lembaga pemerintah federal untuk mendedikasikan lebih banyak sumber daya dan investasi dalam bidang penelitian, promosi dan pelatihan serta AI (artificial intelligence) atau yang lebih dikenal sebagai 'kecerdasan buatan'.

Dilansir dari Reuters, Trump dalam pidatonya pekan lalu mengatakan ia siap bekerja dengan para pembuat undang-undang untuk memberikan investasi infrastruktur yang baru. Termasuk investasi untuk masa depan industri-industri mutakhir yang ia sebut sebagai kebutuhan.

Di bawah American AI Initiative, Trump mengarahkan seluruh lembaga di pemerintahannya untuk memprioritaskan investasi AI dalam bidang penelitian dan pengembangan.


Selain itu, meningkatkan akses data dan model untuk penelitian tersebut serta mempersiapkan pegawai untuk beradaptasi dengan era AI.
"Dengan kepemimpinan yang tepat, AI dapat memberdayakan pegawai di Amerika dengan membebaskan mereka dari tugas-tugas duniawi," ucap Penasihat Sains Gedung Putih Michael Kratsios, Senin (11/2).

Diketahui, pemerintah AS menyatakan tak ada dana khusus dalam pengembangan inisiatif ini, namun Gedung Putih menginginkan sebuah laporan terkait pengeluaran sesaat setelah melakukan penelitian dan pengembangan.

"Penting untuk menciptakan industri masa depan, seperti mobil otonom, robot industri, algoritma untuk diagnosis dan masih banyak lagi," ujar perwakilan Gedung Putih.

Mengutip dari Wired, seorang Profesor bidang Hukum Universitas Washington, Ryan Calo mengatakan ia merasa senang Gedung Putih menanggapi dengan serius AI atau kecerdasan buatan ini serta dampak yang ditimbulkannya.
Namun, menurut Calo, pemerintah AS membutuhkan waktu untuk memperhatikan pertanyaan terkait etika dan hak asasi manusia yang diajukan oleh AI nantinya.

"Apakah mereka cukup sadar akan dampak sosialnya dan bagaimana cara mengatasi masalah yang ditimbulkannya. Itu yang harus diperhatikan," kata Calo.

Selain itu, Calo ingin melihat tindakan selanjutnya dari Gedung Putih soal pengadaan sistem AI khususnya di bidang peradilan pidana. Dia mengatakan pemerintah AS dapat melindungi kebebasan sipil dan menetapkan model untuk sebuah industri dengan mengharuskan algoritma AI diuji secara bias untuk audit eksternal. (din/age)