Xiaomi dan OnePlus Kantongi Gelar Ponsel Radiasi Tertinggi

CNN Indonesia | Selasa, 12/02/2019 07:43 WIB
Xiaomi dan OnePlus Kantongi Gelar Ponsel Radiasi Tertinggi Xiaomi MI A1 jadi ponsel dengan radiasi tertinggi. (Foto: CNN Indonesia/Bisma Septalisma)
Jakarta, CNN Indonesia -- Laporan dari German Federal Office for Radiation Protection menobatkan Xiaomi Mi A1 dan OnePlus 5T sebagai ponsel yang paling banyak memancarkan radiasi paling banyak. Laporan ini mencatat pancaran radiasi berdasarkan tingkatan specific absorption rate (SAR).

Riset Statista mencatat semakin tinggi SAR, maka semakin berbahaya ponsel pintar. Nilai SAR merefleksikan jumlah gelombang frekuensi radio yang dipancarkan setiap ponsel cerdas.

Xiaomi dan OnePlus menjadi dua merek ponsel pintar yang paling banyak memancarkan radiasi ponsel.  Selain A1 dan 5T, masing-masing kedua merek ponsel juga berhasil memiliki empat tempat di 16 besar. Bahkan empat teratas diduduki oleh ponsel besutan Xiaomi dan OnePlus.


Xiaomi Mi A1 mencatat SAR tertinggi di 1,75, diikuti oleh OnePlus 5T di 1,68, Xiamo Mi Max 3 di 1,58, OnePlus 6T di 1,55, dan HTC U12 Life di 1,48.

Ponsel pintar populer lainnya seperti  Google Pixel 3 XL dan Google Pixel 3, masing-masing di tempat ke 7 dan 12. Sementara itu, iPhone 7 di posisi kesembilan.

Xiaomi dan OnePlus Kantongi Gelar Ponsel Radiasi TertinggiPeringkat ponsel dengan radiasi tertinggi. (Foto: statista.com)

Di sisi lain, merek ponsel asal Korea Selatan Samsung menjadi ponsel yang paling terendah memancarkan radiasi. Samsung Galaxy Note 8 dan ZTE Axon Elite memiliki SAR terendah di 0,17 , diikuti oleh LG G7 dan Samsung Galaxy A8 di 0,24, dan Samsung Galaxy S8 + dan Samsung Galaxy S7 edge di 0,26.

Kendati demikian daftar ini tidak menunjukkan seberapa aman ponsel meskipun ponsel tersebut memancarkan tingkat radiasi tinggi. Pasalnya sampai saat ini, masih belum ada pedoman universal yang menetapkan tingkat "aman" untuk radiasi ponsel.

Sertifikasi Jerman untuk keramahan lingkungan, bernama Blue Angel, diberikan sebagai contoh, hanya memberi sertifikasi smartphone dengan SAR kurang dari 0,60.

Ada berbagai penelitian yang mengklaim radiasi ponsel berbahaya bagi manusia, berpotensi menyebabkan kanker. Kendati demikian terdapat penelitian yang justru membantah bahwa radiasi bisa menimbulkan kanker.

Menurut temuan awal dari studi US$25 juta oleh National Toxicology Program, radiasi dari ponsel pintar memang menyebabkan kanker. Akan tetapi, dua studi pemerintah mengatakan bahwa jumlah radiasi yang berasal dari ponsel hanya akan berbahaya bagi tikus, dan tidak untuk manusia. (jnp/evn)