Dua Sisi Mata Pisau di Balik Jejak Digital

evn, CNN Indonesia | Senin, 18/02/2019 23:17 WIB
Dua Sisi Mata Pisau di Balik Jejak Digital Ilustrasi. (Foto: StokPic)
Jakarta, CNN Indonesia -- Catatan pengguna internet melalui unggahan media sosial hingga riwayat penelusuran web menjadi jejak digital yang tak terbantahkan. Pengamat teknologi informatika Vaksincom Alfons Tanujaya mengatakan jejak digital seseorang akan bertambah banyak jika ia aktif menggunakan internet.

Perbedaan karakter komunikasi digital dan komunikasi sehari-hari membuat jejak digital tercatat sangat mendetail.

"Komunikasi digital tercatat sangat detail dan sekali suatu hal tampil di internet, maka 'dapat dikatakan' itu akan ada di internet selamanya," jelas Alfons saat dihubungi melalui pesan teks, Jumat (8/2).


Di satu sisi, jejak digital bisa memberikan pengaruh positif dengan catatan aktivitas yang teliti dan mendetail. Bahkan ketika pemilik sudah menghapusnya, konten yang pernah diunggah melalui media sosial atau situs internet akan tetap ada.

Disamping bisa memberikan efek positif, jejak digital juga bisa membawa pengaruh negatif lantaran bisa diambil dan diedit hingga bebas dimanipulasi oleh pengguna internet lainnya.

"Secara teknis aktivitas digital seperti di medsos itu sekali kita unggah hanya muncul di server pengelola medsos. Tapi sekali muncul dan dilihat orang, itu artinya sudah tersebar ke seluruh dunia," imbuhnya.

Jejak digital tidak bisa dihapus

Lebih lanjut Alfons menegaskan jika secara teknis semua konten yang pernah diunggah ke jagat internet tidak bisa dihapus.

Bahkan kalaupun bisa dan operator berkenan menghapus satu konten, namun pemilik konten tidak bisa mengontrol komputer di luar server operator yang hampir tidak mungkin dihapus.

"Sebagai gambaran, kalau seseorang menampilkan gambar seronok dirinya di medsos dan kemudian dia berubah pikiran untuk menarik gambar tersebut. Gambar tersebut bisa di tarik dari akunnya saja, tetapi di komputer lain yang sudah tampil gambar tersebut akan tersimpan dan tidak ada akses untuk menghapus gambar tersebut," jelasnya.

Untuk itu ia mengimbau pengguna internet untuk berhati-hati menampilkan sesuai di media sosial dan internet. Mengingat konten apapun akan selalu ada dan tercatat tanpa bisa dihapus begitu saja. (evn)