Memahami Makna Jejak Digital Bagi Pengakses Internet

Tim, CNN Indonesia | Senin, 18/02/2019 15:58 WIB
Memahami Makna Jejak Digital Bagi Pengakses Internet Ilustrasi pengguna internet. (Foto: Pixabay/fancycrave1)
Jakarta, CNN Indonesia -- Jelang Pilpres 2019, aksi saling serang lewat media massa kerap dimanfaatkan untuk menjatuhkan hingga menyerang lawan. Salah satu sumber informasi yang kerap digunakan terkait pemberitaan atau unggahan media sosial yang meninggalkan jejak digital

Menyoal hal ini, muncul pertanyaan terkait apa itu jejak digital dan kaitannya dengan pengguna internet serta Pilpres 2019.

Jejak digital merupakan jejak data yang tertinggal saat seseorang menggunakan internet. Bentuk jejak dgital bisa bermacam-macam mulai dari situs yang pernah dikunjungi, surel yang dikirimkan, dan beraga informasi yang sempat dikirim atau dibagikan secara daring (online).


Laman Tech Terms membagi jejak digital menjadi dua jenis yakni aktif dan pasif. Jejak digital aktif merupakan data yang sengaja dibagikan oleh pengguna internet dengan harapan bisa dilihat atau disimpan oleh orang lain.

Semakin banyak data atau informasi yang dibagikan, maka semakin banyak jejak digital yang bisa dilihat atau disimpan oleh orang lain. Mengirim surel atau unggahan di blog dan media sosial merupakan contoh jejak digital aktif.

Surel yang dikirimkan akan tetap tersimpan secara online untuk jangka waktu lama. Sama halnya dengan unggahan di media sosial seperti Twitter, Instagram, atau Facebook.

Jejak digital yang tertinggal akan semakin banyak jika Anda berlama-lama di media sosial. Untuk hal sepele seperti menyukai foto atau unggahan status akan tetap tersimpan di server Facebook.

Sementara jejak pasif merupakan data yang tanpa sadar telah ditinggalkan oleh pengguna internet termasuk riwayat penelusuran web hingga alamat IP. Sebagai contoh alamat IP yang akan mengenali penyedia layanan internet (internet service provider/ ISP) hingga lokasi ketika Anda mengakses situs web.

Meskipun alamat IP bisa berubah dan tidak menyertakan informasi pribadi, namun tetap dianggap sebagai bagian dari jejak digital.

Jejak digital sebenarnya bukan hal yang perlu dikhawatirkan karena dimiliki oleh semua orang yang pernah mengakses internet.

[Gambas:Video CNN] (evn)