Kemenperin Ungkap Ponsel Ilegal Bersembunyi di Kulkas Impor

CNN Indonesia | Selasa, 29/01/2019 16:58 WIB
Kemenperin Ungkap Ponsel Ilegal Bersembunyi di Kulkas Impor Ilustrasi (CNN Indonesia/Safir Makki)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kementerian Perindustrian (Kemenperin) sebut ponsel selundupan seringkali disamarkan di dalam produk impor lain. Salah satu modusnya adalah dengan memasukkan ponsel selundupan ke dalam kulkas yang diimpor.

"Jadi dia impor kulkas, tapi di dalamnya ada ponsel selundupan," jelas Janu Suryanto Direktur Industri Elektronika dan Telematika Kemenperin, saat ditemui CNNIndonesia.com di Kementerian Perindustrian, Selasa (29/1).

Janu juga mengungkap keluhan Erajaya yang menyebut kalau dalam sebulan bisa terdapat 500 ribu ponsel Xiaomi selundupan yang masuk ke Indonesia. Erajaya adalah salah satu distributor produk Xiaomi di Indonesia.


Selain itu, ponsel-ponsel ilegal ini juga diselundupkan lewat pelabuhan-pelabuhan tikus menggunakan kapal speed boat.

"Mereka bawa masuk ke pelabuhan menggunakan (speed) boat bermesin empat. Kita tidak sanggup kejar karena mesinnya hanya dua," tambah Janu.

Sebelumnya, pengamat industri perangkat telekomunikasi, Herry SW, menyebut kalau eksistensi bisnis ponsel ilegal tetap digdaya lantaran adanya dukungan orang kuat di belakangnya. Menurut Herry, para penyelundup ini bahkan punya jalur khusus sehingga tak perlu melalui jalur imigrasi dan bea cukai.

"Ada yang begitu mendarat dan keluar dari pintu pesawat sudah langsung dijemput 'seseorang'. Jadi, nggak perlu lewat imigrasi dan bea cukai," ucapnya.

Setelah melalui tahapan ini, penjual bisa dengan bebas memasarkan produk dengan harga yang jauh lebih miring dari harga pasaran.

Menurut Herry bahkan menyebut pemain distribusi ponsel ilegal bergaransi tertentu diduga disokong oleh koperasi tertentu.

Dihubungi terpisah, Muhammad Firman, Head of PR, ASUS Indonesia, dengan adanya e-commerce membuat peredaran barang selundupan makin merajalela. Dengan adanya e-commerce penyelundupan bahkan bisa dilakukan oleh individu rumahan. (eks/eks)