Alasan Konsumen Tertarik Beli Ponsel Ilegal

CNN Indonesia | Selasa, 29/01/2019 16:28 WIB
Alasan Konsumen Tertarik Beli Ponsel Ilegal Ilustrasi. (Istockphoto/Creative-Family)
Jakarta, CNN Indonesia -- Alasan calon pembeli berminat untuk memilih ponsel ilegal (black market) umumnya didorong oleh dua faktor, pertama karena alasan harga yang lebih murah dan kedua masalah gengsi.

Sementara mereka yang mementingkan gengsi, mereka memilih beli dari pasar gelap jenis ponsel tertentu tidak mendarat di Indonesia tapi tersedia di black market.

Hal ini diungkap oleh seorang calon pembeli di salah satu pusat perbelanjaan elektronik di Jakarta, Puspita. Ia mengungkap sebelumnya pernah membeli ponsel ilegal karena alasan harga. Beberapa tahun lalu, dia pernah membeli iPhone 5S karena harga miring yang ditawarkan.


Puspita membeli iPhone 5S refurbished dengan harga sekitar Rp8 juta. Saat itu, harga tersebut jauh lebih murah jika dibandingkan dengan distributor resmi yang menurut pengakuan Puspita menjual hingga Rp15 juta. Ponsel refurbished adalah ponsel rusak yang dirakit ulang dan dijual kembali.

"Karena keuangan menipis dan ternyata harganya murah, akhirnya saya beli. Saat itu, ponsel ilegal bisa lebih murah Rp3 juta dibandingkan iPhone 5S di iBox," tutur Puspita.

Ditemui terpisah, Faisal pun mengaku sempat membeli Redmi Note 3 dengan slot SIM 4G ilegal di Bukalapak beberapa waktu lalu.

Hal itu dilakukan karena versi 4G ponsel itu tidak mendarat di Indonesia. Bahkan ia mengaku Redmi Note 3 3G resmi di Indonesia lebih mahal Rp100 ribu dibandingkan Redmi Note 3 4G ilegal.

9-Pengakuan Para Pembeli Ponsel Ilegal Harga jual yang lebih miring dari distributor resmi seringkali menjadi daya tarik pembeli memilih ponsel dari pasar gelap (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
"Dulu, Redmi Note 3 4G tidak masuk sini, yang masuk itu 3G. Lebih murah Rp100 ribu-an kalau tidak salah," kata Faisal kepada CNNIndonesia.com, di ITC Roxy, Jakarta Barat, Rabu (23/1).

Sementara Mundri, seorang pegawai swasta, mengaku terpaksa membeli ponsel ilegal lantaran ponselnya rusak dan tak menemukan ponsel bergaransi resmi saat mencarinya di pusat perbelanjaan elektronik.

"Waktu itu handphone saya rusak, jadi butuh cari ganti cepat. Saya cari di ITC, cari yang garansi TAM habis, akhirnya terpaksa yang BM, warna pink pula, karena terpaksa saya ambil juga [...] lebih murah Rp300 ribu-lah," tuturnya saat ditemui di Jakarta, Senin (28/1).

Gengsi

Dalam kesempatan berbeda, seorang calon pembeli di pusat perbelanjaan lain bernama Puspita pun pernah membeli ponsel ilegal Xiaomi Mi 8 yang tidak mendarat di Indonesia.

Xiaomi hanya mendaratkan Xiaomi Mi 8 Lite di Indonesia. Demi kebanggaan sendiri, kemudian ia membeli ponsel ilegal tersebut.

"Jadi kalo saya memang ingin yang beda saja. Soalnya jadi kebanggaan tersendiri kalo saya punya ponsel BM, karena bisa punya yang orang lain tidak banyak punya," kata Puspita.

Hal senada diungkap oleh Muhammad Firman, Head of PR, ASUS Indonesia. Menurutnya, ROG Phone Asus sudah banyak beredar di e-commerce Indonesia, sebulan sebelum Asus Indonesia mengumumkan kehadiran ponsel tersebut.

"ROG Phone dijual di Tokopedia harga Rp21 juta. Dari November 2018 udah ada yang jual. Kita launching resmi mid (pertengahan) Desember, harga Rp14juta doang," tuturnya ketika dihubungi via pesan teks, Kamis (24/1).

Menurut Firman pembelian untuk ponsel ini cukup banyak untuk barang yang dijual seharga puluhan juta, meski tak merinci seberapa banyak.

Lebih lanjut, menurutnya akibat aturan TKDN, pihaknya tak bisa memasukkan barang sesegera mungkin. Meski sudah diumumkan sejak Desember, tapi Firman menyebut produknya itu baru ada di pasaran sekitar Februari atau Maret.

Jeda waktu yang cukup lama bagi para penjual e-commerce ponsel gelap menjual ponsel bagi para tech savvy (penggemar teknologi) yang selalu ingin menjadi yang pertama mencoba produk anyar.

"User (pengguna) yang jadi target market kita sudah pada beli dari importir gelap," keluhnya. "Pemerintah dirugikan, Asus Indonesia pun dirugikan."

Sehingga, Firman sangat mendukung wacana pemerintah untuk menerapkan pemblokiran ponsel ilegal lewat IMEI yang akan diterapkan. (jnp/age)