Mengenal Apa Itu IMEI

CNN Indonesia | Senin, 28/01/2019 16:11 WIB
Mengenal Apa Itu IMEI Ilustrasi. (CNN Indonesia/Safir Makki)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) RI mewacanakan registrasi IMEI untuk menertibkan penyebaran ponsel ilegal di tanah air. Namun, sebelum regulasi itu diberlakukan, apakah sebenarnya International Mobile Equipment Identity (IMEI) itu?

Dirjen Sumber Daya & Perangkat Pos & Informatika (SDPPI) Kemkominfo Ismail MT menyebut IMEI adalah nomor identitas khusus yang dikeluarkan oleh asosiasi GSM (GSMA) untuk tiap slot kartu GSM yang dikeluarkan oleh produsen ponsel. Serial ini serupa dengan nomor MEID untuk perangkat CDMA. Lantaran nomor ini dikeluarkan untuk tiap slot SIM, maka pada perangkat dengan slot kartu SIM ganda, maka akan memiliki dua nomor IMEI.

Nomor IMEI ini unik, sehingga jika dikeluarkan secara legal, satu nomor seri akan berbeda dengan yang lain. Salah satu nomor seri yang berisi 14 hingga 15 digit ini akan berisi informasi tipe ponsel.


Selain itu, menurut Eko Yulianto Widodo, Kepala Subdirektorat Industri Peralatan TIK, Perkantoran, dan Elektronika, Kementerian Perindustrian (Kemenperin) menyebut produsen dan importir ponsel di Indonesia wajib mendaftarkan IMEI ponsel ke Kemenperin saat memasukkan produk ke pasar. 

"Kalau (IMEI) tidak terdaftar di produsen dan importir, bisa diindikasikan ilegal," jelasnya, ketika ditemui di kantor Kemenperin, Rabu (23/1).

Kendati demikian, ia menyebut kalau ponsel atau perangkat GSM ilegal biasanya menyalahgunakan nomor IMEI ini. 

4-Mengenal Apa Itu IMEINantinya pengguna ponsel ilegal bakal kesulitan terhubung dengan jaringan selular operator telekomunikasi jika terdeteksi ponsel mereka menggunakan IMEI yang tidak legal alias produk pasar gelap (CNN Indonesia/Hesti Rika)
Penyalahgunaan ini baik berupa penggandaan nomor IMEI yang didapat dari GSMA hingga tidak menerakan nomor IMEI sama sekali pada ponsel selundupan. 

"Karena (untuk mendapat nomor IMEI) dari GSMA harus berbayar. Jadi, misal mereka mau produksi 150, yang 50 bisa kloning dari yang 100," tutur pria itu lagi. 

Eko juga menjelaskan bahwa operator seluler juga bisa mendeteksi nomor IMEI perangkat yang terhubung ke jaringannya. 

Nantinya, ketika regulasi IMEI telah disahkan, ponsel-ponsel dengan nomor IMEI yang tidak legal itu bisa diblokir layanannya oleh seluruh operator di Indonesia. Sehingga, perangkat tersebut tak bisa lagi dipakai meski sudah berganti kartu SIM dari operator berbeda.

"Kemarin dari temen di operator malah ada yang bilang mendeteksi ponsel yang IMEI-nya ngga ada, kosong, dan bisa tetep dipakai. Seharusnya tiap perangkat ada identitasnya, IMEI itu," lanjutnya lagi. 

Lebih lanjut menurut Eko, saat ini operator masih belum bisa menindak nomor-nomor IMEI tak berseri dan IMEI ganda ini lantaran belum adanya regulasi. Sehingga, operator belum memiliki dasar hukum untuk melakukan tindakan.

Karena di Indonesia masyarakat telah melakukan registrasi ulang menggunakan KK dan NIK, maka pemerintah memang bisa menelusuri jejak pemilik ponsel. Bahkan jika pengguna mengganti nomor di dalam ponsel itu, maka jejaknya masih akan tetap terekam.
Namun, pemerintah bukanlah satu-satunya yang bisa melihat posisi pemegang peralatan berIMEI. Peretas juga bisa menelusuri pengguna melalui IMEI. Menurut Make Teach Easier, hal ini tidak banyak terjadi di masyarakat umum.

Kini, bagi pengguna ponsel ada beberapa cara untuk mengecek nomor IMEI. Bagi pemilik ponsel Android maupun iOS, pengguna bisa menekan kode USSD *#06#. Nomor IMEI akan muncul dengan cepat.

Selain itu, pengguna Android juga bisa mengaksesnya dari "Settings -> About Phone -> Status -> IMEI Information". Cara lainnya adalah dengan memeriksa di box ponsel. Jika tidak, bongkar ponsel Android untuk menemukan IMEI yang biasanya terletak di bawah baterai ponsel.

Sementara untuk ponsel iOS, jika pengecekan dengan kode USSD gagal maka pengguna tinggal membalik ponsel karena Apple meletakkan nomor IMEI perangkat di belakang, di bawah tulisan mereknya. (eks/age)