Tunai, Blackberry Akuisisi Perusahaan Keamanan Siber Rp20 T

CNN Indonesia | Minggu, 18/11/2018 23:47 WIB
Tunai, Blackberry Akuisisi Perusahaan Keamanan Siber Rp20 T CEO Blackberry John Chen. (REUTERS/Mike Segar/Files)
Jakarta, CNN Indonesia -- BlackBerry Ltd mengungkap bahwa mereka akan mengakuisisi sebuah perusahaan intelijen dan keamanan siber buatan, Cylance, senilai US$1,4 miliar atau sekitar Rp20 triliun.

Akuisisi itu akan dilakukan dalam bentuk tunai untuk membantu memperluas unit QNX-nya. Unit tersebut merupakan lini bisnis BlackBerry yang membangun platform perangkat lunak untuk mobil otonom generasi berikutnya yang dinamai Spark.

Selain uang tunai, Reuters juga menyebut kesepakatan ini termasuk asumsi insentif karyawan yang belum dimiliki Cylance. BlackBerry mengatakan Cylance akan beroperasi sebagai unit bisnis terpisah di dalam perusahaan.


"Kepemimpinan Cylance dalam kecerdasan buatan dan cybersecurity akan segera melengkapi seluruh portofolio kami, terutama UEM dan QNX. Kami sangat bersemangat untuk bergabung dengan tim mereka dan memanfaatkan keahlian kami yang baru digabungkan," kata CEO BlackBerry, John Chen, dalam sebuah pernyataan dilansir dari TechCrunch, Jumat (16/11).

"Kami percaya penambahan kemampuan Cylance akan memberikan keuntungan pada kami dalam privasi, mobilitas yang aman, dan sistem yang tertanam akan membuat BlackBerry Spark sangat diperlukan untuk mewujudkan Enterprise of Things," lanjutnya.

Menurut laporan Business Insider, pembicaraan mengenai akuisisi ini telah selesai pekan lalu. Pembelian Cylane akan menjadi akuisisi terbesar BlackBerry sepanjang sejarah finansial perusahaan asal Kanada itu. Akuisi disebut akan selesai sebelum Februari 2019.

Sementara itu, Cylance sendiri baru-baru ini mempertimbangkan pengajuan diri sebagai perusahaan terbuka (IPO). Perusahaan yang berbasis di California ini sendiri bergerak di produk berbasis AI (kecerdasan buatan) untuk mencegah serangan siber pada perusahaan.

Di sisi lain, BlackBerry merupakan perusahaan teknologi yang pernah mendominasi pasar smartphone satu dekade lalu. Bisnis inti mereka telah bergeser ke penjualan perangkat lunak untuk mengelola perangkat seluler dan mobil otonom.

Chen telah mengarahkan BlackBerry menjadi perusahaan layanan sejak dia pertama kali menjabat sebagai pimpinan pada 2013. Langkahnya dimulai dengan tertatih-tatih dengan mengakuisisi perusahaan finansial Fairfax.

Namun, strategi itu telah membuahkan hasil.HargasahamBlackBerry berada di US$6,51ketikaChen bergabung, namun pada penutupan Kamis (16/11) sahamnya telah berada di US$ 8,86.
(kst/age)