Demonstran Grab 'Sweeping' Pengemudi di Lokasi Demo

CNN Indonesia | Senin, 29/10/2018 20:41 WIB
Demonstran Grab 'Sweeping' Pengemudi di Lokasi Demo Demonstrasi mitra di depan kantor Grab Indonesia di Jakarta, Senin (29/10). (Foto: CNN Indonesia/Jonathan Patrick)
Jakarta, CNN Indonesia -- Ribuan pengemudi Grab melakukan demonstrasi di depan kantor Grab di Gedung Lippo Kuningan, Jakarta. Para mitra ini diketahui punya 10 tuntutan yang ingin dikemukakan kepada pihak Grab Indonesia.

Berdasarkan pantauan CNNIndonesia.com di lokasi, para pengunjuk rasa juga melakukan sweeping untuk memaksa pengemudi yang bekerja agar ikut unjuk rasa.

Salah satu pengemudi yang dicegat pendemo bernama Melianto. Dia mengaku sedang bekerja mengantarkan dokumen ke kantor di daerah Kuningan.


"Saya dicegat, tadi saya sedang mengantar dokumen, kemudian disuruh demo, saya terpaksa," ujar Melianto.

Melianto sendiri mengaku dicegat pada pukul 15.00 WIB. Sementara itu demonstrasi sudah berlangsung sejak pukul 09.00 WIB untuk mitra Grabcar, sedangkan mitra Grab bike berada di lokasi sejak pukul 13.00 WIB.

Selain Melianto ada lagi pengemudi lainnya yang dicegat para demonstran, yaitu Ilan. Dia menjelaskan sebelum dicegat sedang mencari pesananan di sekitar Setiabudi.

"Ya saya tidak ikut demo, tapi tadi dicegat saja," ujar Ilan.

Sebelumnya diketahui demonstrasi berlangsung ricuh lantaran bentrok dengan aparat keamanan. Sedikitnya tujuh orang demonstran diduga mengalami luka pukul hingga terkena peluru karet.

Dari keterangan pihak Presidium Gabungan Aksi Roda Dua (Garda) dan Asosiasi Driver Online (ADO) total ada 10 tuntutan yang sudah disiapkan untuk disampaikan saat unjuk rasa.

Tuntutan dari Garda yaitu menetapkan tarif minimal Rp3 ribu per kilometer, perjanjian kemitraan yang adil dan ketiga Grab harus menghilangkan suspensi atau putus mitra sepihak tanpa ada alasan jelas.

Sedangkan dari ADO tuntutannya adalah tarif dan skema poin yang manusiawi, stop pemotongan pajak ilegal, stop penerimaan mitra pengemudi baru, dan meminta perlindungan maksimal bagi mitra dalam hal ini pengemudi.

Selain itu mereka juga menginginkan sistem 'open suspend' bagi mitra driver online individu, stop monopoli dan diskriminasi order prioritas, serta menginginkan bisnis transportasi online yang lebih adil dan profesional. (jnp/fea)