Jakarta Diminta Larang Motor dan Metromini Saat Asian Games

Rayhand Purnama, CNN Indonesia | Kamis, 26/07/2018 18:05 WIB
Jakarta Diminta Larang Motor dan Metromini Saat Asian Games KLHK meminta Dishub DKI Jakarta melarang Metromini dan membatasi sepeda motor selama Asian Games. (Foto: CNN Indonesia/ Adhi Wicaksono)
Jakarta, CNN Indonesia -- Indeks Kualitas Udara (AQI) Jakarta tercatat mencapai 158 pada Kamis (26/7) mendorong Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) untuk berupaya menekan pencemaran udara.

Direktur Pengendalian Pencemaran Udara KLHK Dasrul Chaniago mengatakan sekitar 70 persen polusi udara disumbang dari asap buang kendaraan bermotor di jalan.

Dasrul menyarankan pemerintah Jakarta mempertimbangkan pemberlakuan ganjil genap untuk pengendara roda dua. Selain mengurai kemacetan selama Asian Games, ia mengatakan hal itu bisa turut mengurangi polusi udara.



"Saya mengharapkan, ganjil genap juga buat sepeda motor karena konsumsi bahan bakar itu 60 persen 40 persennya itu mobil," ucap Dasrul saat dihubungi CNNIndonesia.com, Kamis (26/7).

Ia mengatakan pihak KLHK telah meminta kepolisian untuk memberlakuan aturan serupa seperti kendaraan roda empat. Namun hingga kini permintaan tersebut justru mengerucut menjadi sebatas perluasan sistem.

Hanya saja, Dasrul tak dapat memastikan apakah sistem tersebut bisa diterapkan untuk pengguna sepeda motor.

"Saya belum tahu bagaimana nantinya. Kenapa harus motor selain motor itu banyak, dikhawatirkan pengguna mobil ini pada beralih ke motor. Jadi kan sama saja sistem tersebut," ungkapnya.


Selain memberlakukan aturan ganjil genap untuk sepeda motor, Dasrul juga mengatakan kemungkinan angkutan massal seperti Metromini dan Kopaja yang ditiadakan selama Asian Games.

Hanya saja, keputusan tersebut belum final lantaran hal itu masuk dalam peraturan daerah. Wacana tersebut masih sebatas usulan dari Dinas Perhubungan DKI Jakarta.

"Jadi dua bulan lalu memang udah sampaikan itu akan menghentikan dan kami berharap bisa dilaksanakan. (Kopaja dan Metromini) sudah memalukan, saya ke Jakarta tahun '80-an dan sampai sekarang masih sama itu juga mobilnya," imbuhnya. (evn)