Facebook Tuduh Twitter dan Google Kumpulkan Data Pengguna

CNNIndonesia, CNN Indonesia | Rabu, 18/04/2018 07:20 WIB
Facebook Tuduh Twitter dan Google Kumpulkan Data Pengguna Facebook menyebut bahwa teknik pengumpulan data pengguna dilakukan oleh banyak aplikasi lainnya termasuk Google, Twitter, Linkedin, dan Pinterest (AFP PHOTO / MOHAMMED ABED)
Jakarta, CNN Indonesia -- Facebook menunjuk Google, Amazon, dan Twitter juga menggunakan teknik pengumpulan data untuk menampilkan iklan.

Hal ini diungkap untuk menunjukkan bahwa bukan hanya Facebook yang melakukan teknik pengumpulan data pengguna. Dalam tulisan di blog miliknya, Facebook juga menyebut bahwa perusahaan seperti Google, Twitter, Pinterest, dan LinkedIn juga mengumpulkan data pengguna seperti yang dilakukan perusahaannya.

Baser menjelaskan bahwa Facebook memiliki sejumlah plugin. Plugin ini salah satunya berupa tombol like yang ditaruh di sebuah tulisan blog misalnya.


Facebook juga menyediakan layanan login terintegrasi untuk membantu masuk ke aplikasi lain. Misal saat Anda membuka aplikasi baru yang menawarkan untuk login dengan Facebook atau akun Google.

Ada juga plugin untuk layanan Facebook Analytics dan layanan pengukuran iklan di Facebook.

Plugin inilah yang mengumpulkan data pengguna, bahkan ketika Anda tidak login di Facebook. Plugin ini jugalah yang membuat profil bayangan bagi mereka yang tidak menggunakan layanan Facebook.

Ada juga plugin sosial yang akan mengumpulkan informasi tentang situs web apa saja yang dikunjungi pengguna, browser apa yang dipakai, dan segala informasi terkait perangkat yang dipakai dan data setiap jejak kunjungan Anda di internet.

Namun, David Baser, Direktur Manajemen Produk Facebook mengungkap bukan hanya Facebook yang menggunakan taktik ini.

"Twitter, Pinterest, dan Linkedln, semua memiliki tombol 'Like' dan 'Share' untuk memudahkan membagikan konten di dalam layanan itu," tulis Baser.

Facebook mengklaim, jika pengguna menggunakan aplikasi yang memiliki layanan yang serupa, maka secara tidak langsung mereka juga mengumpulkan data Anda juga.

Lebih lanjut, Baser menjelaskan bahwa semua perusahaan yang ia sebutkan itu menggunakan model bisnis yang serupa dengan Facebook, memberikan layanan gratis.

Dengan demikian mereka mengumpulkan data pengguna agar bisa memberikan layanan iklan bertarget. Cara monetisasi (memperoleh pendapatan) yang serupa dengan Facebook.

"Google memiliki layanan analitik yang populer. Amazon, Google dan Twitter menawarkan akunnya untuk dapat digunakan untuk masuk ke sebuah situs web atau aplikasi tertentu, semuanya sama-sama menawarkan layanan iklan di platform-nya," imbuhnya lagi. (btg/eks)