Cara Facebook Menambang Data Non-Pengguna

Kustin Ayuwuragil, CNN Indonesia | Minggu, 15/04/2018 08:20 WIB
Cara Facebook Menambang Data Non-Pengguna Ilustrasi (kpgolfpro/Pixabay)
Jakarta, CNN Indonesia -- CEO Facebook Mark Zuckerberg baru saja mengungkap di depan Majelis Energi dan Perdagangan (House Energy and Commerce Committee) bahwa jejaring sosialnya mengumpulkan data pengguna internet, bahkan jika mereka tak bergabung di dalam platformnya.

Facebook mendesain metode untuk membuat profil bayangan (shadow profile) dari basis penggunanya. Metode ini digunakan untuk memberikan rekomendasi teman pada pengguna baru sehingga saran pertemanan semakin relevan.

Pengamatan terhadap rekomendasi Facebook dari fitur 'Orang yang Mungkin Anda Kenal' mengilustrasikan bagaimana algoritma Facebook membangun profil bayangan. Rupanya Facebook menggunakan metode yang jauh lebih dari sekadar mencocokkan teman yang sama atau berada di kota yang sama.
Cara pertama adalah melalui email. Facebook tidak memindai isi email penggunanya namun mereka mengarsipkan kontak email di dalam email semua penggunanya. Mereka bisa mendapatkan email seseorang yang tak memiliki akun Facebook dari beberapa pengguna Facebook yang memiliki alamat itu.


Jika beberapa orang memiliki alamat email seseorang di kontak mereka, maka dia akan disarankan menjadi teman beberapa pemilik alamat tersebut karena besar kemungkinan mereka saling kenal. Bahkan walau sebenarnya di dunia nyata pemilik alamat dan orang yang menyimpannya tak saling kenal.

Jika diingat, aplikasi Facebook juga selalu meminta izin pengguna untuk melihat ke dalam daftar kontak. Facebook menciptakan jaring hubungan adalah melalui kontak di dalam ponsel pintar.

Jika diberi izin penggunanya, Facebook akan mengambil "nama dan nama panggilan apa pun; foto kontak; nomor telepon dan kontak lainnya atau informasi terkait yang mungkin telah Anda tambahkan seperti hubungan atau profesi; serta data di ponsel Anda tentang kontak tersebut".
Facebook memperingatkan pengguna untuk berhati-hati dalam menggunakan semua data ini. Karena algoritma ini, orang seringkali terhubung meski mereka tak menginginkan hubungan tersebut.

"Anda mungkin memiliki kontak bisnis atau pribadi di ponsel Anda. Tolong hanya kirim permintaan pertemanan kepada orang yang Anda kenal secara pribadi yang akan menerima undangan Anda," demikian bunyi bagian Pelajari Lebih Lanjut.

Karena Facebook menyalin kontak di dalam daftar kontak penggunanya, saran pertemanan bisa saja tak akurat. Oleh karena itu, pengguna tidak perlu mengundang orang yang tak dikenal untuk menjadi teman. Sebab kecocokan algoritma itu akan membuka jaringan ke kelompok hubungan baru yang lebih jauh.

Hal ini dikonfirmasi oleh juru bicara Facebook Matt Steinfeld yang mengatakan bahwa "teman atau seseorang yang Anda kenal mungkin mengunggah informasi kontak, seperti alamat email atau nomor telepon, yang kami kaitkan dengan Anda".

"Sinyal ini dan lainnya dari Anda membantu kami memastikan bahwa orang yang kami sarankan adalah mereka yang mungkin sudah Anda kenal dan ingin menjadi teman di Facebook," lanjutnya.

Akumulasi data kontak yang disebut Steinfeld dari orang yang dikenal maupun tidak oleh pengguna mau tidak mau akan menunjukkan informasi lebih rinci mengenai pengguna di luar Facebook.

Informasi mengenai di mana mereka pernah tinggal, dengan siapa mereka pernah bertemu, semua alamat email yang pernah mereka pakai hingga nomor telepon yang pernah mereka hubungi juga akan tercatat oleh Facebook. Sekali lagi, meski pengguna tersebut tidak pernah ada di Facebook dan data itu dikontrol oleh pengguna Facebook yang mungkin menyimpan kontak mereka.

Tak hanya di Facebook, aplikasi miliknya seperti Instagram dan WhatsApp juga dapat mengunggah kontak ke aplikasi. Namun Steinfeld mengatakan bahwa Facebook saat ini tidak menggunakan data dari kedua aplikasi itu untuk saran teman Facebook.

"Hari ini, kami menggunakan kontak yang diunggah ke Facebook dan Messenger [saja] untuk menginformasikan saran PYMK," tulisnya.

Profil bayangan menurut reporter investigasi Gizmodo sudah ada di Facebook selama bertahun-tahun. Namun, algoritme ini diketahui secara luas sejak 2013 saat Facebook mengaku ada sebuah bug yang membuat pengguna bisa melihat informasi kontak dari teman mereka di luar Facebook.

Hanya saja masih banyak orang yang tidak sadar akan keberadaannya karena algoritma ini memang diciptakan untuk hanya terlihat secara internal. (eks/eks)