Sebagian Warga Pilih Konter Pulsa Untuk Registrasi Kartu

Eka Santhika, CNN Indonesia | Minggu, 28/01/2018 15:47 WIB
Sebagian Warga Pilih Konter Pulsa Untuk Registrasi Kartu Sebagian warga memanfaatkan konter pulsa untuk registrasi kartu prabayar (dangquocbuu/Pixabay)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kesatuan Niaga Cellular Indonesia (KNCI) mengungkap bahwa registrasi prabayar melalui yang bisa dilakukan oleh gerai penjual pulsa banyak dimanfaatkan oleh masyarakat menengah ke bawah.

"(Masyarakat) menengah ke bawah," tulis Ketua umum KNCI Qutni Tisyari, melalui pesan singkat saat dihubungi CNNIndonesia.com, Jumat (26/1).

Menurutnya, hal ini terjadi lantaran outlet tradisional seperti gerai pulsa menjadi gerbang pertama masyarakat menengah bawah untuk mendapat akses selular. Mulai dari membeli perdana hingga pembelian pulsa.

Ketika ditanya apakah bisnis gerai penjual pulsa terkendala dengan adanya aturan registrasi ini, Qutni menilai memang ada penyusutan penjualan kartu perdana di gerai. Meski demikian, beberapa pembeli tetap aktif membeli kartu perdana meski mereka tahu ada ketentuan registrasi kartu prabayar. 


"Memang sedikit 20 persenan turun... dari hasil pengamatan sekilas di konter...  Permintaan tetap tinggi (walau) mereka tahu ada registrasi," tuturnya.

Selain itu, Qutni mengungkap bahwa konter pulsa juga masih menjadi pilihan masyarakat menengah bawah untuk melakukan pengisian pulsa. Inilah yang menjadi penyangga terus bertahannya konter-konter fisik tersebut dari gempuran layanan pengisian pulsa secara elektronik, baik melalui layanan perbankan hingga e-commerce.

"Traditional outlet lebih banyak ambil menengah bawah, (sebab mereka) belum familiar dengan online dan perbankan," tuturnya.

Kesepakatan 

Sebelumnya, pemerintah hanya memperbolehkan registrasi kartu prabayar dilakukan di gerai resmi operator atau dilakukan sendiri oleh pelanggan. Tapi, langkah ini menurut  KNCI tidak efektir. Terutama bagi pelanggan yang tinggal jauh dari konter resmi operator dan mengalami kesulitan melakukan registrasi sendiri.

KNCI lantas membuat kesepakatan dengan Dirjen PPI Kominfo Ahmd Ramli, perwakilan Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (BRTI), Asosiasi penyelenggara  telekomunikasi seluruh Indonesia (ATSI), perwakilan operator, Kementrian Polhukam, dan Mabes Polri, November lalu. Dalam kesepakatan tersebut, pemerintah akhirnya memperbolehkan konter untuk membantu proses registrasi.

Pengguna mesti menjaga kerahasiaan data NIK dan KK mereka. Sebab, jika bocor dan disalahgunakan untuk registrasi kartu orang lain, bisa berakibat fatal. Apalagi jika digunakan untuk tindak kejahatan menggunakan identitas pengguna.

Untuk itu, pemerintah menyediakan fitur cek nomor kartu prabayar. Sayang, pengguna harus mengecek manual fitur ini. Tidak ada notifikasi jika ada registrasi kartu prabayar baru yang menggunakan identitas mereka.

Kemudian, pemerintah juga memberi kewenangan kepada konter pulsa untuk melakukan pembatalan registrasi kartu prabayar dengan fitur 'Unreg'.
(eks)




BACA JUGA