Pengisi Baterai Palsu iPhone Picu Sengatan Listrik

Bintoro Agung , CNN Indonesia | Kamis, 07/12/2017 13:54 WIB
Pengisi Baterai Palsu iPhone Picu Sengatan Listrik Ilustrasi charger iPhone. (dok. istimewa)
Jakarta, CNN Indonesia --
Pengisi daya baterai punya peran signifikan dalam kegiatan sehari-hari. Namun sebaiknya jangan sekali-kali memakai yang pengisi baterai palsu.
iPhone adalah salah satu ponsel dengan pengisi baterai palsu yang banyak ditemui di pasaran. Harga barang aslinya yang relatif mahal membuat versi palsunya cukup laku. Padahal risiko yang ditimbulkan darinya cukup besar mulai dari potensi terbakar hingga sengatan listrik yang berbahaya.
Sebuah pengujian dari Electrical Safety First menemukan 98 persen pengisi baterai palsu iPhone yang dibeli di Inggris mengandung risiko. Dari 50 merek yang ada, hanya satu yang lulus pengujian keamanan produk. 
"Sangat mengkhawatirkan bahwa 49 dari 50 pengisi daya di Inggris yang kami uji gagal dalam pemeriksaan keamanan dasar," kata direktur teknis Electrical Safety First Martyn Allen kepada The Telegraph.
Allen berujar pengisi baterai yang tak dibeli di toko resmi, seperti di toko online marketplace, mengandung kemungkinan bahaya yang cukup besar.
Uji produk serupa pernah dilakukan oleh lembaga keamanan produk di Amerika Serikat bernama Underwriters Laboratory. Dalam sebuah survei, mereka menemukan 99 persen dari 400 pengisi baterai palsu iPhone gagal melewati uji keamanan produk.
Cara mengidentifikasi pengisi baterai iPhone yang palsu dan asli cukup sederhana. Pertama teliti detail pengisi baterai, seperti tulisan yang tertera di tubuhnya. Typo atau salah eja adalah tanda barang itu palsu. Kedua adalah posisi lubang USB.

Barang yang palsu biasanya punya port USB yang tak diletakkan secara sempurna. Terakhir, periksa beratnya. Pengisi baterai palsu cenderung lebih ringan dari yang asli karena ia memakai komponen yang lebih murah. Barang yang asli setidaknya punya bobot minimal 40 gram.
(eks/eks)