Gandeng Mitsubishi, Nissan Janjikan Konsep Beda dari Avanza

Rayhand Purnama, CNN Indonesia | Kamis, 31/08/2017 11:41 WIB
Gandeng Mitsubishi, Nissan Janjikan Konsep Beda dari Avanza Nissan menjanjikan ada yang baru untuk menyaingi Avaza-Xenia, namun dengan konsep berbeda. (Foto: REUTERS/Benoit Tessier)
Jakarta, CNN Indonesia -- Sejak mengklaim sukses di segmen Low Multi Purpose Vehicle (LMPV) melalui kemunculan Xpander, teman satu aliansi Mitsubishi, yaitu Nissan sudah menyiapkan produk serupa.

General Manager Marketing Strategi Nissan Motor Indonesia (NMI) Budi Nur Mukmin, mengatakan produk tersebut merupakan hasil kerjasamanya dengan Mitsubishi yang berada satu kelas dengan Xpander.

"Kami akan ada produk kolaborasi antara Nissan dan Mitsubishi. Kelasnya, yang pasti itu LMPV," kata Budi di Senayan, Jakarta.


Menurutnya, sejauh ini telah ada pembicaraan kerjasama antara Nissan dan Mitsubishi. Namun begitu, Budi belum dapat membeberkan lebih rinci pembicaraan yang dimaksud.

Ia hanya menjelaskan, walau LMPV terbaru Nissan menggunakan platform milik Mitsubishi, dari sisi desain bakal tampak berbeda, begitu juga DNA-nya. Apalagi dari sisi konsep, Budi memastikan jauh berbeda dari para kompetitor, khususnya Toyota Avanza dan Daihatsu Xenia.

"Produk akan memberi yang terbaik. Tapi tetap sangat kompetitif. Fitur canggih desain keren, teknologi. Pasti ada Nissan Inteligent Mobility," ujarnya.

Bidik Lima Besar

Melalui kerjasaa itu, ia memasang ambisi besar untuk bisa kembali masuk ke dalam jajaran lima besar penjual kendaraan terlaris di Indonesia.

Padahal, posisi lima besar produsen kendaraan saat ini masih diduduki oleh Toyota, Daihatsu, Honda, Suzuki dan Mitsubishi. Budi berujar, pada 2007 silam saat pertama kali meluncurkan Grand Livina, pihaknya mampu mengantongi tujuh persen pangsa pasar bisnis kendaraan.

"Kami ingin kembali kesana (lima besar) dan kembali menjadi pemain besar," ujarnya.

Namun, Budi belum bisa memperkirakan berapa besar target proporsi penjualan kendaraan. Bagi dia, adik dari Livina itu juga tidak akan mengikis pasar dari saudara satu segmen di Nissan.

Walau di segmen serupa, Budi menjamin, masing-masing produk bakal memiliki pasarnya tersendiri. "Tapi saya pikir kami belum ada di level bisa menyimpulkan ada yang dikorbankan. Dari produk konsep, fitur, harga juga. Jadi kami bisa atur itu," kata Budi.

Terkait detail waktu kemunculan produk tersebut, ia mengaku belum dapat berkomentar dan membeberkan lebih rinci.