NASA Tangkap Aurora di Jupiter

Hani Nur Fajrina, CNN Indonesia | Sabtu, 02/07/2016 05:29 WIB
NASA Tangkap Aurora di Jupiter Noktah merah dalam foto Jupiter yang dikirimkan Teleskop Hubble. (Dok NASA, ESA, A. Simon (GSFC), M. Wong (UC Berkeley), and G. Orton (JPL-Caltech)
Jakarta, CNN Indonesia -- Aurora borealis yang seringkali terjadi di belahan Bumi bagian utara memang sangat indah. Disebut juga sebagai dancing lights, fenomena alam ini belakangan terjadi di Planet Jupiter.

Badan antariksa Amerika Serikat (NASA) merilis foto dan video yang menampilkan hasil pengamatan teleskop Hubble terhadap fenomena aurora di atmosfer Jupiter.

Ditampilkan Jupiter yang merupakan raksasa di tata surya, di dekat kutub bagian utara terdapat cahaya warna biru bercahaya sedang menari layaknya aurora pada umumnya.


Dari laporan NASA, aurora Jupiter tersebut lebih terang 1.000 kali lipat dibanding aurora di Bumi.

Cahaya terang biru tertangkap oleh teleskop Hubble sedang 'menari-nari' di atmosfer Jupiter. (Dok. nasa.gov)
Ada perbedaan lain yang ditemukan oleh NASA. Aurora di Bumi yang seringkali mengeluarkan cahaya warna hijau, merah muda, merah, kuning, biru, hingga ungu itu terbentuk karena ada tabrakan antara partikel gas di atmosfer dengan partikel bermuatan listrik yang keluar dari atmosfer Matahari.

Lain halnya dengan aurora di Jupiter tersebut. Aurora itu bisa terbentuk ketika letusan gunung berapi di bulan Jupiter, Io, memuntahkan partikel bermuatan listrik ke magnetosfernya.

Teleskop Hubble pertama kali merekam video aurora di Jupiter tersebut pada 19 Mei lalu, namun gambar Jupiter yang dihasilkan NASA diperoleh di waktu yang berbeda oleh program Hubble's Outer Planet Atmosphere Legacy.

Selain Jupiter, fenomena aurora juga terkadang terjadi di Saturnus. Di planet bercincin itu, aurora terbentuk oleh partikel dari mata air panas yang keluar dari bulan Escalades ke arah magnetosfer Saturnus. (tyo)