Tesla mulai merekrut karyawan di Vietnam, pasar yang selama ini dikuasai produsen lokal, Vinfast. Perekrut Tesla di Vietnam, Ricky Ip, menyatakan lewat unggahan di X bahwa Tesla akan masuk ke negara itu.
"Tesla resmi datang ke Vietnam, dan kami sedang merekrut," tulis Ricky Ip, dikutip Electrek, Rabu (28/10).
Lihat Juga : |
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ricky Ip mencantumkan lima lowongan, yakni Sales Manager, Service Manager, HR Business Partner, Purchasing Manager, dan Project Developer, Charging.
Unggahan juga disertai foto Roadster terbaru yang sempat bikin heboh karena aksinya memanjat, terbalik, salto lalu mendarat mulus memanfaatkan gas pendorong teknologi SpaceX.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebelumnya sudah diketahui bahwa perusahaan Tesla Motors Vietnam LLC sudah didaftarkan di Kota Ho Chi Minh pada 11 September dengan modal sekitar 77,7 miliar dong. Nilai itu setara US$3 juta atau sekitar Rp54,5 miliar (kurs Rp18.174).
"Misi kami adalah membangun dunia yang penuh kelimpahan, dan kami mencari orang-orang yang bersemangat untuk bergabung di Vietnam serta membantu mewujudkan visi itu," tulis Ricky Ip.
Sebelum di Vietnam, pola merekrut karyawan yang dilakukan Tesla ini pernah terjadi di Thailand dan Filipina. Di Thailand, rekrutmen dimulai September 2022 dan pemesanan mobil Tesla dibuka tiga bulan kemudian. Di Filipina, rekrutmen dimulai September 2024 dan peluncuran awal 2025.
Vinfasat bergetar?
Tesla, salah satu produsen mobil listrik terbesar dunia, bakal mulai berbisnis langsung di kampung halaman Vinfasat. Vinfast, yang sekarang fokus di Asia Tenggara, adalah penguasa mobil listrik di negaranya sendiri.
Sepanjang Januari hingga September 2026, Vinfast menjual 177.697 unit dari total semua merek di Vietnam sebanyak sekitar 495.000 unit. Pangsanya sekitar 36 persen, dan pada September naik menjadi 37,7 persen.
Vinfast sangat dominan di Vietnam. Jika penjualan lima merek besar lain, yakni Toyota, Hyundai, Mitsubishi, Ford, dan Kia, dijumlahkan, totalnya masih di bawah Vinfast.
VF 3, model listrik Vinfast berharga di bawah US$13.000 atau sekitar Rp236,3 juta, menjadi mobil terlaris di Vietnam sejauh ini pada 2026.
Tantangan bagi Tesla
Keunggulan utama pemain tuan rumah adalah Vinfast merakit mobilnya di Haiphong, sedangkan Tesla harus mengimpor. Impor mobil penumpang masih dikenai tarif tinggi berdasarkan perjanjian dagang ASEAN-China.
Bukan cuma itu, Vinfast juga segera mengekspansi jaringan pengisian daya mobil listrik, V-Green, dengan investasi sekitar US$380 juta atau sekitar Rp6,9 triliun untuk 99 stasiun pengisian ultra-cepat.
Meski begitu Tesla bukan berarti tanpa peluang. Vietnam sudah memperpanjang pembebasan biaya registrasi untuk mobil listrik baterai hingga akhir 2030, termasuk untuk unit impor.
(fea)

