Rem blong menjadi penyebab kecelakaan sepeda motor saat melintasi jalan menurun. Kondisi tersebut perlu mendapat perhatian lebih, khususnya pengguna motor matik yang tidak memiliki perpindahan gigi manual untuk membantu memperlambat laju kendaraan.
Untuk dipahami, pada motor bebek atau motor bertransmisi manual, pengendara bisa memanfaatkan engine brake dengan menurunkan gigi untuk membantu menahan laju kendaraan.
Sementara itu motor matik, teknik pengereman perlu dilakukan dengan tepat agar rem tidak mengalami panas berlebih yang menjadi pemicu rem blong.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lihat Juga :![]() Tips Otomotif Panduan Aman Berkendara Menembus Kabut Asap |
Instruktur Safety Riding PT Astra Honda Motor (AHM) Fauzan Tanaka mengatakan ada sejumlah cara yang bisa dilakukan untuk meminimalkan risiko rem blong saat mengendarai motor matik di jalan menurun.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Rem yang tiba-tiba blong saat lewat turunan panjang ini biasanya terjadi di rem motor matic," ujar Fauzan dalam keterangan resminya mengutip situs Honda, Senin (26/10).
Umumnya sepeda motor matik di Indonesia menggunakan rem cakram di bagian depan dan rem teromol di bagian belakang. Jika pengendara terlalu bergantung pada rem depan, panas berlebih bisa terjadi pada piringan dan kaliper rem.
Kondisi tersebut dapat menyebabkan rem kehilangan fungsinya atau blong.
Untuk mengurangi risiko tersebut, pengendara perlu memperhatikan teknik berkendara sebelum dan selama melewati turunan panjang. Berikut caranya:
1. Kurangi kecepatan sebelum turunan
Pengendara disarankan mengurangi kecepatan dan melakukan pengereman sebelum memasuki jalan menurun. Cara ini membantu menghindari pengereman mendadak secara terus-menerus ketika motor sudah berada di turunan.
Lihat Juga :![]() Tips Otomotif Wajib Tahu, Ini Cara dan Biaya Mengurus STNK Hilang |
2. Gunakan rem depan dan belakang secara bergantian
Saat melintasi turunan, pengendara sebaiknya tetap tenang dan tidak panik. Gunakan rem depan dan belakang secara bergantian untuk membantu mengurangi risiko panas berlebih pada sistem pengereman.
Dengan teknik tersebut, beban pengereman tidak terus-menerus bertumpu pada satu rem sehingga kinerjanya dapat tetap terjaga.
3. Manfaatkan engine brake
Meski tidak memiliki transmisi manual, motor matik tetap bisa memanfaatkan efek pengereman mesin atau engine brake. Caranya, pengendara dapat sedikit membuka gas untuk mendapatkan tahanan dari mesin.
Efek engine brake pada motor matik memang tidak terlalu terasa seperti pada motor bertransmisi manual. Namun, teknik ini dapat membantu mengurangi kecepatan ketika melewati jalan menurun.
Fauzan mengingatkan pengendara agar tidak menganggap jalan menurun selalu aman dilintasi hanya karena gas tidak diputar.
"Perlu diketahui saat kita berkendara di jalan menurun, kendaraan bisa bertambah kecepatan dengan sendirinya walaupun gas tidak di putar, sehingga perlu sangat berhati hati," kata Fauzan.
(ryh/mik)

