LCGC Terpuruk, Gaikindo Sebut Banyak yang Beralih ke Mobil Listrik

CNN Indonesia
Selasa, 20 Okt 2026 13:30 WIB
Toyota Astra Motor membagi generasi baru Agya ke dua kategori, yaitu varian standar untuk LCGC dan GR Sport buat non-LCGC.
Ketua Gaikindo mengatakan harga model LCGC disaingi BEV yang punya biaya operasional lebih murah. (CNNIndonesia/Damar Iradat)
Jakarta, CNN Indonesia --

Penjualan mobil harga terjangkau dan ramah lingkungan (low cost green car/LCGC) menghadapi tekanan di tengah serbuan mobil listrik berbasis baterai atau battery electric vehicle (BEV) di Indonesia. Harga yang makin bersaing dan biaya operasional lebih murah diakui menjadi sebab utama.

Ketua I Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) Jongkie D. Sugiarto mengatakan harga LCGC saat ini mulai bersaing dengan kendaraan listrik berbasis baterai.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kondisi tersebut dinilai menjadi salah satu faktor yang mendorong konsumen beralih ke mobil listrik. Harga mobil listrik berbasis baterai saat ini cenderung turun mendekati banderol LCGC, bahkan kini ada yang dijual di bawah Rp200 juta di Indonesia.

"Saat ini harga mobil LCGC disaingi oleh BEV. Biaya operasi BEV lebih murah, maka dari itu banyak yang beralih," kata Jongkie saat dihubungi, Selasa (20/10).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Gaikindo dalam data wholesales atau distribusi dari pabrik ke dealer menyebutkan penjualan LCGC pada Januari-September 2026 mengalami penyusutan 11 persen dibanding periode yang sama tahun lalu menjadi 83.997 unit.

Data tersebut sejalan dengan jumlah produksi mobil LCGC dari tiga merek yaitu Honda, Toyota, dan Daihatsu pada periode yang sama.

Pada sembilan bulan tahun ini produksi LCGC turun enam persen menjadi 110.693 unit, sedangkan Januari-September tahun lalu mencapai 117.733 unit.

Sementara itu distribusi mobil listrik ke dealer pada periode yang sama justru melesat 113,7 persen menjadi 117.218 unit hingga September 2026.

(ryh/fea)
placeholder