Flash Charging BYD Terbuka untuk Semua Merek EV

CNN Indonesia
Jumat, 16 Okt 2026 10:00 WIB
Stasiun pengisian DC hingga 1.500 kW milik BYD, Flash Charging, kini tersedia di dealer Danza.
BYD menegaskan komitmennya dalam mempercepat pembentukan ekosistem mobil listrik di Indonesia. CNNIndonesia/Febri Ardani
Jakarta, CNN Indonesia --

BYD menegaskan komitmennya dalam mempercepat pembentukan ekosistem mobil listrik di Indonesia. Produsen teknologi asal China ini memastikan bahwa infrastruktur pengisian daya super cepat (Flash Charging) milik mereka tidak hanya diperuntukkan bagi mobil listrik BYD dan Danza, melainkan terbuka untuk semua merek kendaraan listrik (Electric Vehicle/EV).

Langkah inklusif tersebut disampaikan langsung oleh Eagle Zhao, Presiden Direktur BYD Motor Indonesia saat merespons pertanyaan mengenai aksesibilitas stasiun Flash Charging bagi publik dan merek lain.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Eagle menjelaskan keterlibatan BYD dalam menghadirkan teknologi Flash Charging merupakan bukti keseriusan perusahaan untuk memperkuat infrastruktur dan melengkapi ekosistem kendaraan listrik nasional.

"Keterlibatan BYD di teknologi Flash Charging ini adalah untuk menunjukkan keseriusan kami dan juga komitmen kami di infrastruktur ini. Kami ingin memiliki ekosistem yang lengkap," ujar Eagle di Jakarta, Rabu (14/10).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Guna merealisasikan jaringan pengisian daya yang luas, BYD juga membuka pintu kolaborasi secara fleksibel dengan berbagai penyedia layanan stasiun pengisian kendaraan listrik (Charging Point Operators/CPO) di seluruh Tanah Air.

"Karena ini berskala masif, mencakup seluruh negeri, dan merupakan infrastruktur, maka BYD Flash Charging pasti terbuka untuk semua merek kendaraan listrik (EV)," tegas Eagle.

Meski stasiun Flash Charging dapat diakses oleh semua merek kendaraan listrik, pihak teknis BYD memberikan gambaran mengenai durasi dan daya yang diserap.

Richard Li, Flash Charging Director BYD Asia Pacific Auto Sales Division menjelaskan kecepatan pengisian daya optimal hingga terisi penuh dalam 9 menit membutuhkan dukungan dari baterai blade generasi kedua milik BYD.

"Stasiun Flash Charging BYD akan terbuka untuk pengalaman publik, termasuk merek dari OEM lain. Untuk model BYD yang dilengkapi dengan Blade Battery generasi kedua, tidak ada masalah. Namun, untuk OEM lain, tentu bisa mengisi daya di charger BYD, tetapi tergantung berapa besar daya yang dapat diserap oleh kendaraan tersebut," jelas Richard.

Meskipun demikian, Richard menambahkan kapasitas daya output stasiun Flash Charger BYD yang tinggi tetap mampu mempersingkat waktu pengisian daya bagi mobil listrik merek lain jika dibandingkan dengan fasilitas DC charging standar.

Langkah BYD membuka akses jaringan Flash Charging secara publik ini diharapkan dapat menjadi dorongan signifikan bagi percepatan adopsi kendaraan listrik serta penguatan jaringan infrastruktur pengisian daya di seluruh Indonesia.

(hjn/mik)
placeholder