BYD Motor Indonesia memastikan teknologi baterai Blade generasi kedua mereka bakal diproduksi di pabrik Subang, Jawa Barat. Langkah strategis ini diambil demi mendukung efisiensi operasional sekaligus mempercepat penetrasi mobil listrik mutakhir BYD di pasar domestik.
Perakitan komponen vital tersebut di dalam negeri dikonfirmasi langsung oleh Presiden Direktur BYD Motor Indonesia Eagle Zhao saat merespons pertanyaan mengenai rencana produksi lokal Blade dan fasilitas pengisian daya Flash Charging mereka.
Lihat Juga : |
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Untuk blade battery second generation, akan diproduksi di Subang," ujar Eagle di Jakarta, Rabu (14/10).
Selain merakit komponen baterai, BYD juga mempertimbangkan lokalisasi sebagian besar lini produk kendaraannya yang dijual di Indonesia.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Eagle menjelaskan strategi perakitan lokal merupakan bagian dari rencana jangka panjang perusahaan untuk menghadirkan produk yang kompetitif di dalam negeri.
"Dalam line-up produk BYD, saya rasa kebanyakan produk tersebut, kita akan pilih (produksi) secara lokal, termasuk BYD Atto 2," tuturnya.
Selain berfokus pada pengembangan produk dan fasilitas perakitan lokal, BYD juga membuka peluang kolaborasi dengan berbagai pihak untuk memperluas ekosistem kendaraan listrik di Indonesia.
"Untuk korporasi bisnis, BYD sangat terbuka untuk bekerjasama," ungkap Eagle.
Generasi kedua baterai Blade buatan BYD. (BYD) |
Baterai Blade generasi kedua, yang bisa dicas 10-70% hanya 5 menit memakai Flash Charging, bakal disematkan pada jajaran model BYD di Indonesia, dimulai dari M6 dan juga disebut Eagle untuk Atto 2. Saat ini model yang sudah memakai kedua teknologi itu adalah Danza New D9 dan Z9GT.
Pabrik BYD di Subang saat ini memproduksi Atto 1, M6 PHEV dan M6 EV, serta New D9.
(hjn/fea)


