Ban merupakan komponen krusial pada kendaraan karena menjadi satu-satunya bagian yang bersentuhan langsung dengan aspal.
Keempat roda ini menopang seluruh beban mobil, menjaga stabilitas maneuver, serta menentukan jarak pengereman. Meski perannya sangat vital untuk keselamatan, banyak pengemudi yang masih kurang memperhatikan kondisi dan masa pakai karet bundar ini.
Melansir situs Suzuki, Jumat (9/10) penentuan waktu penggantian ban memerlukan pemahaman berbagai faktor teknis, bukan sekadar melihat kode produksi pada dinding samping ban.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lihat Juga :![]() Tips Otomotif Cara Mudah Mengurus STNK yang Mati |
Faktor yang memengaruhi usia pakai ban
1. Tekanan Angin
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tekanan yang terlalu rendah menyebabkan gesekan berlebih di sisi luar tapak sehingga ban cepat panas dan aus di kedua pinggirnya. Sebaliknya, tekanan angin yang berlebihan membuat area tengah tapak lebih menonjol dan aus lebih cepat, yang berujung pada menurunnya daya cengkeram.
2. Cara mengemudi
Kebiasaan mengemudi yang agresif, seperti sering menekan rem secara mendadak, berakselerasi secara instan, atau menikung dalam kecepatan tinggi, membuat kompon karet terkikis lebih cepat.
3. Kualitas jalanan
Sering melewati jalanan berlubang, tidak beraspal, berbatu, atau rusak akan mempercepat keausan dan memicu kerusakan fisik pada struktur ban.
4. Kapasitas muatan kendaraan
Membawa beban yang melebihi kapasitas maksimal memaksa ban bekerja lebih keras. Gesekan berlebih ini menimbulkan panas tinggi dan memicu deformasi karet secara prematur.
5. Penyelarasan roda
Setelan spooring yang tidak tepat membuat ban terseret hingga aus tidak merata di salah satu sisi. Sementara itu, roda yang tidak seimbang (balancing) menimbulkan getaran pada kemudi dan merusak kestabilan beban ban.
6. Usia pakai
Elastisitas karet akan berkurang dan mengeras seiring berjalannya waktu akibat paparan sinar UV, suhu panas, serta polusi. Walaupun mobil jarang digunakan, ban tetap mengalami penuaan alami.
Lihat Juga :![]() Tips Otomotif Bahaya Aquaplaning Saat Nyetir, Ini Cara Mencegahnya |
Ciri ban butuh diganti
1. Kedalaman alur menipis
Alur ban berfungsi menyalurkan air untuk mencegah bahaya aquaplaning. Ban wajib diganti jika permukaan tapaknya sudah sejajar dengan tonjolan Tread Wear Indicator (TWI) di dasar alur.
2. Jarak perjalanan sampai 40.000 km
Angka ini menjadi standar acuan untuk mengevaluasi kelayakan ban secara menyeluruh karena risiko keausan sudah cukup tinggi.
3. Usia penggunaan
Pengecekan intensif perlu dilakukan jika ban sudah dipakai selama 3 tahun. Saat memasuki usia 5 tahun, ban wajib diganti total karena risiko rapuh atau pecah mendadak.
4. Benjolan pada dinding ban
Tonjolan menandakan adanya struktur benang penguat internal yang putus. Kondisi ini sangat berbahaya karena berisiko membuat ban meledak saat melaju.
5. Retakan halus
Retakan kecil pada dinding samping atau sela alur menunjukkan karet sudah mengering dan kehilangan elastisitasnya.
6. Sering kempes
Ban yang berulang kali kempes atau bocor halus menandakan adanya masalah pada struktur dalam yang tidak lagi optimal.
7. Keausan tidak merata
Kondisi tapak yang aus tidak merata mengindikasikan gangguan pada sistem kaki-kaki kendaraan dan membutuhkan penanganan segera.
(hjn/mik)

