Permintaan Domestik Naik, Toyota Indonesia Belum Mau Ekspor Veloz HEV

CNN Indonesia
Rabu, 30 Sep 2026 21:00 WIB
PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) memfokuskan produksi Veloz hybrid sepenuhnya untuk memenuhi permintaan pasar domestik.
PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) memfokuskan produksi Veloz hybrid sepenuhnya untuk memenuhi permintaan pasar domestik. Dok Toyota-Astra Motor
Karawang, CNN Indonesia --

PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) memfokuskan produksi Veloz hybrid sepenuhnya untuk memenuhi permintaan pasar domestik karena tinggi permintaan model tersebut di Indonesia.

I Nyoman Winaya selaku wakil Presiden Direktur PT TMMIN menjelaskan pihaknya telah memproduksi sebanyak 15.737 unit Veloz hybrid.

"Untuk kapasitas produksi di TMMIN pada dasarnya mengikuti permintaan dari konsumen. Kami selalu berusaha menyesuaikan kemampuan produksi dengan kebutuhan pelanggan. Adapun untuk Veloz HEV, dari awal produksi hingga akhir bulan Agustus, kami sudah memproduksi sebanyak 15.737 unit. Untuk proyeksi produksi Toyota Indonesia ke depan tentunya kami berharap bisa terus bertumbuh," ujar Nyoman di Karawang, Jawa Barat, Selasa (29/9).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Mengenai peluang ekspor, TMMIN belum tergesa-gesa memboyong varian hibrida tersebut ke luar negeri. Menurut Nyoman, fokus saat ini tetap tertuju pada pemenuhan kebutuhan di dalam negeri.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Untuk saat ini, Veloz Hybrid masih kami fokuskan untuk memenuhi kebutuhan pasar Indonesia. Ke depan, kami tetap terbuka untuk melihat peluang ekspor, tentunya dengan mempertimbangkan kebutuhan, karakteristik, serta permintaan di masing-masing pasar," katanya.

Menurut Nyoma,n model Avanza dan Veloz secara umum masih memegang peranan kunci sebagai penopang utama ekspor Toyota dari Indonesia.

"Sampai dengan bulan Agustus tahun ini, model-model kendaraan Toyota yang diekspor dari Indonesia di antaranya adalah Toyota Avanza/Veloz, Raize, Yaris Cross, Fortuner, dan Agya/Wigo, dengan jumlah terbanyak dibukukan oleh Toyota Avanza/Veloz," tutur Nyoman.

Guna mendukung pertumbuhan volume produksi serta integrasi ekosistem kendaraan listrik dan hibrida di masa mendatang, TMMIN juga tengah menyiapkan langkah strategis untuk meningkatkan kapasitas produksi komponen intinya.

Hal ini dijelaskan bahwa fasilitas manufaktur baterai HEV yang saat ini terpusat di satu lokasi bakal diperluas.

"Saat ini, produksi HEV battery masih kami fokuskan di Plant 2. Namun, ke depannya, untuk memenuhi kebutuhan produksi, tentunya kami akan melakukan peningkatan kapasitas, salah satunya melalui studi pengembangan HEV Battery Production Line di Plant 1," tutup Nyoman.

(hjn/mik)
placeholder